Gubernur Koster Tepis Isu BBM di Bali Langka karena Disedot ke Mandalika dan Pastikan Stok Aman
Kredit Foto: Antara/Wahyu Putro A
Gubernur Bali Wayan Koster mengimbau masyarakat Pulau Dewata untuk tidak panik menghadapi antrean panjang dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Koster juga secara tegas membantah spekulasi liar yang menyebut pasokan BBM Bali dialihkan untuk mendukung agenda di Mandalika.
"Oh, tidak tahu saya tapi itu tidak ada, tidak ada hubungannya sama Mandalika," tegas Gubernur Koster, Selasa.
Menurut Koster, kelangkaan dan antrean mengular di SPBU murni disebabkan oleh kekhawatiran warga yang memicu fenomena panic buying, sehingga mereka berbondong-bondong mengisi bahan bakar secara bersamaan.
Koster memastikan bahwa cadangan BBM untuk wilayah Bali dalam kondisi aman. Ketersediaan bahan bakar di depo utama, yakni Depo Manggis dan Terminal BBM Sanggaran, tercatat sangat mencukupi.
Permasalahan utama yang terjadi saat ini murni kendala teknis distribusi. Koster mengakui bahwa laju truk tangki distribusi dari depo menuju SPBU cukup tersendat akibat kemacetan lalu lintas di jalan raya. Meski demikian, Pemprov Bali menjamin krisis bahan bakar ini tidak akan berlangsung lama.
"Sebenarnya tidak perlu panik karena dipastikan pasokan itu tersedia dan cukup. Untuk Bali, saya pastikan ke depan ini tidak akan ada krisis berkepanjangan, 1-2 hari mestinya sudah normal kembali," ujarnya.
Guna mempercepat normalisasi, Gubernur Koster telah memanggil jajaran PT Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, serta Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali.
Koster menginstruksikan Pertamina untuk memperkuat pasokan dan mengawasi distribusi Pertalite serta Pertamax secara ketat demi menjaga kondusivitas pariwisata Bali di mata dunia.
Berdasarkan data Pertamina, rata-rata konsumsi harian Pertalite di Bali saat ini berada di angka 2.200 kiloliter.
Untuk mengamankan ketersediaan stok tersebut, Pertamina Patra Niaga telah menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis.
Total muatan BBM yang disandarkan mencapai 26.200 kiloliter, yang diproyeksikan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memutus rantai kelangkaan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: