Mbak-Mbak Petugas SPBU Kesal Capek Kerja Full, Gubernur Bali: Enggak Usah Ngeluh, Walaupun Capek Tetap Layani
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Jagat media sosial dihebohkan oleh beredarnya video adu mulut antara Gubernur Bali, Wayan Koster, dengan seorang petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Denpasar.
Insiden tersebut terjadi saat Koster melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis (15/10/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WITA di tengah antrean panjang kendaraan yang berburu Bahan Bakar Minyak (BBM).
Petugas SPBU tersebut mengomel dan meluapkan kelelahannya di hadapan Gubernur usai diminta untuk terus bekerja melayani pembeli tanpa henti.
Kebijakan Operasional 24 Jam Picu Keluhan Petugas
Ketegangan di lapangan dipicu oleh penerapan kebijakan operasional SPBU selama 24 jam yang diinstruksikan Pemprov Bali guna mengurai kemacetan antrean BBM. Kebijakan ini dinilai memicu lonjakan beban kerja yang cukup drastis bagi para pekerja di garis depan.
Merespons keluhan dan omelan pegawai SPBU di lokasi sidak, Koster mengimbau agar seluruh petugas tetap menjaga profesionalitas dan memprioritaskan pelayanan publik.
"Enggak usah, jangan ngeluh. Layani konsumen. Walaupun capek, ya layani. Enggak boleh merasa capek," tegas Koster saat memberikan tanggapan, Kamis (15/10/2026).
Koster tidak menampik bahwa skema kerja 24 jam penuh rentan memicu kelelahan fisik bagi para pegawai SPBU. Kendati demikian, ia mengungkapkan bahwa jajaran TNI turut diterjunkan untuk memperkuat pengamanan dan membantu kelancaran operasional di malam hari.
"Ya mungkin kecapekan, ya. Tapi untuk malam petugasnya ada bantuan dari TNI," jelas Koster.
Saat ini, skema layanan 24 jam telah direalisasikan di 50 SPBU dari target awal 66 SPBU di kawasan Denpasar dan Badung. Pemerintah daerah berencana memperluas jangkauan layanan ini hingga ke wilayah Tabanan dan Gianyar.
Koster menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik (panic buying) karena pasokan BBM jenis Pertalite dan Pertamax dipastikan aman hingga dua pekan mendatang.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: