Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Paus Leo XIV Jalani Operasi Paru-paru, Hasil Pemeriksaan Ungkap Adenokarsinoma

Paus Leo XIV Jalani Operasi Paru-paru, Hasil Pemeriksaan Ungkap Adenokarsinoma Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Paus Leo XIV dilaporkan menjalani operasi paru-paru pada Selasa (13/10/2026) setelah dokter menemukan nodul kecil saat pemeriksaan kesehatan. Prosedur tersebut dilaporkan mengungkap adenokarsinoma paru, salah satu jenis kanker paru-paru yang paling umum.

Operasi dilakukan oleh tim medis di Rumah Sakit Universitas Agostino Gemelli, Roma, di bawah pimpinan Profesor Stefano Margaritora. Dalam prosedur tersebut, dokter mengangkat lobus bawah paru-paru kanan Paus.

Menurut keterangan yang disampaikan dalam laporan tersebut, hasil pemeriksaan jaringan mengonfirmasi temuan yang sebelumnya terindikasi melalui pemeriksaan sebelum operasi.

Baca Juga: Raline Shah Tinggalkan Jabatan Stafsus Komdigi, Ini Alasan di Balik Keputusannya

Vatikan menyatakan operasi berlangsung sukses tanpa komplikasi. Paus Leo XIV juga dilaporkan terbangun secara normal setelah prosedur dan kembali ke kamarnya di lantai 10 rumah sakit setelah menjalani observasi singkat.

Paus yang kini berusia 71 tahun itu diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu pekan untuk menjalani perawatan dan pemulihan di rumah sakit.

Operasi ini menjadi salah satu prosedur medis besar pertama yang dijalani Leo XIV sejak menjabat sebagai pemimpin Gereja Katolik.

Mengutip Harvard Medical School, adenokarsinoma merupakan jenis kanker paru-paru yang berkembang pada sel-sel kelenjar dan termasuk dalam kelompok kanker paru-paru bukan sel kecil (non-small cell lung cancer).

Jenis kanker ini dapat terjadi pada perokok maupun orang yang tidak merokok. Adenokarsinoma bahkan menjadi jenis kanker paru-paru yang paling umum ditemukan pada orang yang tidak memiliki riwayat merokok.

Meski demikian, kondisi kesehatan Paus Leo XIV selanjutnya bergantung pada evaluasi medis dan hasil pemeriksaan lanjutan. Informasi mengenai stadium kanker maupun rencana pengobatan berikutnya belum dijelaskan dalam laporan tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti