Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gunung Semeru Erupsi 14 Oktober, Kolom Abu Tembus 3.876 Meter

Gunung Semeru Erupsi 14 Oktober, Kolom Abu Tembus 3.876 Meter Kredit Foto: Kementerian ESDM
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Rabu (14/10/2026) pukul 06.26 WIB. Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 3.876 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kolom abu terpantau sekitar 200 meter di atas puncak dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas tebal. Abu vulkanik bergerak condong ke arah timur.

Aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 15 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 16 detik.

Badan Geologi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar zona tersebut, masyarakat juga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, aktivitas masyarakat dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru harus dihindari karena terdapat risiko lontaran batu pijar.

Baca Juga: Malaysia Geram soal Kabut Asap, Desak Indonesia Bertanggung Jawab dan Minta Maaf

Badan Geologi turut mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga perlu diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.

Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diharapkan mematuhi rekomendasi keselamatan dan mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait guna mengurangi risiko akibat aktivitas vulkanik.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti

Tag Terkait: