Kredit Foto: Jamkrindo
PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo membidik potensi bisnis penjaminan kredit sekitar Rp500 miliar melalui kerja sama dengan PT Bank Hibank Indonesia (hibank). Selain itu, perusahaan penjaminan milik negara tersebut melihat peluang pengembangan penjaminan dari portofolio hibank lainnya dengan nilai lebih dari Rp1 triliun.
Kerja sama ini menjadi kolaborasi pertama Jamkrindo dengan bank digital melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penjaminan Kredit. Kemitraan tersebut ditujukan untuk memperluas portofolio penjaminan sekaligus mendukung pengelolaan risiko kredit dalam ekosistem perbankan digital.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Kelembagaan Jamkrindo Krisna Johan mengatakan, kolaborasi dengan hibank merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pasar melalui kemitraan yang mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri keuangan.
“Kolaborasi dengan hibank membuka peluang bagi Jamkrindo untuk memperluas jangkauan bisnis penjaminan di ekosistem digital. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah bagi kedua pihak, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang terukur,” ujar Krisna.
Menurut Krisna, peluang bisnis pada tahap awal diperkirakan mencapai Rp500 miliar. Sementara itu, potensi pengembangan penjaminan dari portofolio hibank lainnya yang memenuhi kriteria diperkirakan melampaui Rp1 triliun.
Potensi tersebut diharapkan dapat meningkatkan volume penjaminan dan perolehan Imbal Jasa Penjaminan (IJP) Jamkrindo. Namun, realisasinya tetap bergantung pada perkembangan kerja sama, kelayakan kredit, serta ketentuan penjaminan yang berlaku.
Bagi hibank, penjaminan kredit diharapkan mendukung pengelolaan risiko dalam penyaluran pembiayaan. Adapun bagi Jamkrindo, kemitraan ini membuka peluang diversifikasi portofolio dan sumber pertumbuhan bisnis melalui kanal digital.
Jajaki Pembiayaan Rantai Pasok
Untuk mendukung pelaksanaan kerja sama, kedua perusahaan akan menyelaraskan ketentuan penjaminan, proses operasional, serta pertukaran data. Langkah tersebut diharapkan membuat proses penjaminan dan administrasi lebih efisien, dengan tetap memperhatikan kesiapan sistem dan prosedur masing-masing pihak.
Jamkrindo juga memperkuat infrastruktur teknologi informasi untuk mendukung operasional bisnis penjaminan. Salah satunya melalui Jaguars (Jamkrindo Guarantee System), sistem inti yang digunakan untuk mendukung proses operasional perusahaan.
Penguatan sistem digital menjadi bagian dari upaya Jamkrindo meningkatkan keandalan layanan, pengelolaan data, serta kesinambungan operasional. Aspek keamanan informasi dan pengelolaan risiko tetap menjadi pertimbangan dalam pengembangan kolaborasi dengan mitra industri keuangan.
Di luar penjaminan kredit yang telah disepakati, Jamkrindo dan hibank turut menjajaki peluang kerja sama untuk produk lain, termasuk Supply Chain Financing (SCF) dan Kredit Berbasis Garansi (KBG).
Penjajakan tersebut masih akan mempertimbangkan kebutuhan pasar, kesesuaian produk, kesiapan operasional, dan prinsip kehati-hatian. Dengan demikian, kedua produk tersebut merupakan peluang kerja sama lanjutan di luar ruang lingkup PKS yang saat ini ditandatangani.
Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengatakan, kerja sama dengan hibank merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antarpelaku industri keuangan sekaligus memperluas jangkauan layanan penjaminan.
Menurutnya, kolaborasi dengan pelaku industri keuangan digital dapat membantu Jamkrindo mengembangkan solusi yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar dan pelaku usaha.
“Semangat Transformasi IMPACT kami wujudkan melalui pengembangan kemitraan strategis, termasuk dengan pelaku industri keuangan digital. Kami melihat kolaborasi ini sebagai peluang untuk memperkuat sinergi, memperluas akses layanan penjaminan, serta menghadirkan solusi yang semakin relevan dengan kebutuhan pelaku usaha,” ujar Abdul Bari.
Baca Juga: Konsisten Perluas Akses Keuangan UMKM-K, Jamkrindo Raih Penghargaan Bisnis Indonesia
Baca Juga: Penjaminan Jamkrindo Tembus Rp235 Triliun, Disabilitas Didorong Punya Usaha Mandiri
Baca Juga: IFG Gandeng Jamkrindo Dorong UMKM Naik Kelas
Transformasi IMPACT yang dijalankan Jamkrindo mencakup Integration, Market, People, Analytics, Customer, dan Technology. Kerangka tersebut diarahkan pada penguatan integrasi proses bisnis, perluasan pasar, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, pemanfaatan analitik, peningkatan kualitas layanan pelanggan, serta optimalisasi teknologi.
Melalui kerja sama dengan hibank, Jamkrindo berharap dapat memperluas akses layanan penjaminan di ekosistem pembiayaan digital. Meski demikian, nilai realisasi penjaminan dan target perolehan IJP dari kemitraan tersebut belum dirinci secara terpisah.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri