Kredit Foto: Ist
PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mendukung pengembangan jiwa kewirausahaan generasi muda melalui seminar bertajuk "Inovasi dan Kreativitas untuk Menjadi Entrepreneur Masa Depan".
Kegiatan yang diinisiasi Inovasi Muda Indonesia tersebut digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Kota Sukabumi.
Seminar ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kesiapan mental, kreativitas, serta keterampilan praktis untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan peluang bisnis di tengah disrupsi teknologi, khususnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Hadir sebagai pembicara pertama, Tim Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Transformasi Digital dan AI, Ma’ruf Mutaqin, memaparkan pentingnya literasi pekerjaan masa depan atau future work.
Ia menyoroti kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan tertinggal dalam persaingan dunia kerja akibat pesatnya perkembangan teknologi.
Menurut Ma’ruf, tantangan utama generasi muda bukan sekadar mempertahankan keberadaan pekerjaan, melainkan memastikan keterampilan yang dimiliki tetap relevan dengan kebutuhan industri.
"Tantangan utamanya bukan pada apakah pekerjaannya masih ada atau tidak di masa depan, melainkan pada keahliannya. Jika keahlian tidak terus ditingkatkan (upgrade), maka potensi relevansi kita di dunia kerja akan menyusut. Anak muda hari ini wajib memahami karakteristik pekerjaan masa depan," ujar Ma’ruf.
Senada dengan hal tersebut, CEO Monday Media, Deni Irawan, mengajak mahasiswa mengubah cara pandang terhadap perkembangan teknologi. Ia menilai generasi muda tidak seharusnya hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu mengambil kendali dalam pemanfaatannya.
"Kita harus mengubah persepsi. AI itu tidak hanya digunakan untuk menulis, membuat foto, atau bikin video saja. Kehadiran kecerdasan buatan ini seharusnya mendorong kita semua untuk bertindak sebagai seorang Director (sutradara) yang memegang kendali penuh atas arah teknologi tersebut," tegas Deni.
Sementara itu, Founder Karir Anak, Faisal Kamal, mengungkapkan besarnya peluang pemanfaatan AI di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut lebih dari 90 persen UMKM di Indonesia belum memanfaatkan teknologi AI secara optimal, meskipun transaksi produk digital terus menunjukkan peningkatan.
Faisal menekankan bahwa kemampuan, keahlian, dan kepercayaan menjadi faktor penting untuk memenangkan persaingan di era kecerdasan buatan. Karena itu, generasi muda perlu membangun audiens sekaligus memperkuat personal branding.
"Di era AI, pasar tetap akan memilih individu yang ahli dan bisa dipercaya. Kuncinya adalah bangun audience dan kuatkan branding. Jangan takut dengan latar belakang pendidikan, karena terbukti banyak anak magang non-IT yang didampingi Karir Anak kini sukses membangun startup dan bergerak di usaha digital seperti jasa kreatif video, ilustrasi, hingga desain," jelas Faisal.
Antusiasme mahasiswa UMMI terlihat dalam sesi diskusi interaktif. Salah satu peserta, Muhammad Fajri, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
Ia menilai keterbukaan wawasan dan pemahaman teknologi menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu mengikuti perkembangan produk digital yang semakin pesat.
Diskusi juga mengangkat sisi lain perkembangan teknologi, khususnya dampak sosial dan lingkungan dari penggunaan AI.
Salwa, peserta seminar lainnya, mempertanyakan potensi kecerdasan buatan dalam menggantikan tenaga kerja manusia serta dampak ekologis dari pembangunan infrastruktur komputasi AI dalam skala besar.
Berbagai pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa pemahaman terhadap teknologi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memanfaatkannya, tetapi juga mencakup kesadaran terhadap risiko dan konsekuensi yang mungkin ditimbulkan.
Dukungan Jamkrindo sebagai sponsor utama dalam kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis digital yang mandiri, kompetitif, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
Setelah menyambangi wilayah Kota Sukabumi, rangkaian seminar tersebut dijadwalkan berlanjut ke lokasi kedua di wilayah Sukabumi bagian selatan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kewirausahaan sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi bisnis di era digital.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: