Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Puan Soroti Kelangkaan BBM di Bali: Antrean Mengular 1 Km, Pertamina Harus Gerak Cepat!

Puan Soroti Kelangkaan BBM di Bali: Antrean Mengular 1 Km, Pertamina Harus Gerak Cepat! Kredit Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi serius krisis kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Provinsi Bali.

Ia mendesak PT Pertamina (Persero) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk segera mengambil intervensi nyata dengan menambah pasokan serta memperbaiki jalur distribusi BBM di Pulau Dewata.

"Kesulitan warga memperoleh BBM di sejumlah SPBU di Bali perlu segera diselesaikan melalui penguatan distribusi sampai titik pelayanan. Pemerintah dan Pertamina perlu memastikan adanya tambahan pasokan BBM di Bali,” tegas Puan, Kamis (15/10/2026).

Kelangkaan pasokan bensin memicu kepanikan warga di berbagai wilayah Bali, mulai dari Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, hingga Bangli. Masyarakat terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan BBM.

Dampak kekosongan stok memicu antrean kendaraan yang mengular hingga 1 kilometer di sejumlah SPBU. Bahkan di wilayah Badung, seorang warga perempuan dilaporkan pingsan akibat terik matahari dan kelelahan setelah mengantre berjam-jam.

Pihak Pertamina mengonfirmasi bahwa tersendatnya pasokan disebabkan oleh kendala teknis saat proses bongkar muat kapal tanker. Meski Pertamina berjanji akan menyalurkan pasokan tambahan, Puan mengingatkan bahwa penambahan stok saja tidak cukup tanpa perbaikan sistem pengiriman.

“Tambahan pasokan yang tiba juga perlu diikuti kepastian pengiriman ke SPBU, terutama wilayah yang masih mengalami kekosongan BBM dan terjadi antrean panjang,” ujarnya.

Puan mendorong Kementerian ESDM dan Pertamina untuk memeriksa seluruh rantai pasok secara terukur, mulai dari kedatangan tanker, pembongkaran di terminal, hingga distribusi ke masing-masing SPBU penyalur.

Ia meminta Pertamina memetakan kebutuhan berdasarkan jenis bahan bakar dan titik lokasi yang sering mengalami kekosongan berulang agar pasokan lanjutan tepat sasaran.

“Pemeriksaan harus memperjelas hambatan yang masih terjadi. Evaluasi perlu melihat jumlah SPBU yang kembali melayani, lamanya kekosongan, kecukupan pasokan, hingga perkembangan waktu antrean sebagai dasar penyesuaian operasi harian,” papar Puan.

Ketua DPR RI juga mengingatkan bahwa Bali merupakan episentrum pariwisata nasional dan penopang utama industri ekonomi kreatif tanah air.

Kelumpuhan akses transportasi akibat kelangkaan BBM yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi menghantam perekonomian masyarakat lokal dan berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat