Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Serangan Houthi Hantam Arab Saudi Berdampak ke Indonesia, Pasokan Minyak dan Perjalanan Umrah Terancam

Serangan Houthi Hantam Arab Saudi Berdampak ke Indonesia, Pasokan Minyak dan Perjalanan Umrah Terancam Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi objek-objek vital yang berpotensi menjadi target serangan kelompok Houthi.

Peringatan ini menguat usai dua WNI dilaporkan mengalami luka ringan akibat serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.

Eskalasi konflik bersenjata ini tidak hanya mengancam keselamatan warga sipil, tetapi juga berpotensi mengganggu operasional penerbangan ibadah umrah, persiapan haji, hingga stabilitas pasokan minyak dunia.

Insiden penyerangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, terjadi pada Minggu (11/10/2026) dan mengakibatkan dua WNI menderita luka ringan. Menyusul kejadian tersebut, pihak otoritas penerbangan menghentikan sementara seluruh operasional bandara.

Berdasarkan pemberitahuan penerbangan resmi, penutupan Bandara Internasional King Khalid diperpanjang hingga Sabtu (17/10/2026) pukul 24.00 waktu setempat demi memastikan keamanan serta kelayakan fasilitas utama.

Meskipun sebagian besar jemaah umrah asal Indonesia masuk melalui Jeddah atau Madinah, Bandara Riyadh tetap menjadi salah satu simpul transportasi udara yang vital.

Eskalasi serangan berlanjut pada Selasa malam (13/10/2026), ketika salah satu gedung di kompleks kantor pusat raksasa minyak Saudi Aramco di Dhahran menjadi sasaran tembak.

Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi bahwa serangan tersebut memicu kebakaran terbatas tanpa memakan korban jiwa maupun luka-luka.

Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Idham Badruzaman, Ph.D., menilai kendati belum ada laporan resmi terkait penghentian produksi, posisi Saudi Aramco sebagai produsen minyak terbesar dunia membuat insiden ini sangat sensitif bagi pasar global.

"Belum dapat dipastikan seberapa besar serangan ini akan mengganggu produksi dan distribusi Aramco. Namun, jika produksinya terganggu, harga minyak dunia dapat meningkat. Ini karena belum tentu terdapat pemasok lain yang mampu segera menggantikan pasokan tersebut," ujar Idham saat diwawancarai, Kamis (15/10/2026).

Selain dampak ekonomi, Idham mengingatkan bahwa perluasan area serangan berisiko mengganggu kelancaran perjalanan jemaah umrah dan tahap persiapan penyelenggaraan haji, terutama jika infrastruktur penerbangan lainnya turut disasar.

Mengingat wilayah perbatasan darat antara Arab Saudi dan Yaman sangat luas, serangan susulan berpotensi dilancarkan dari berbagai titik yang sulit diprediksi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat