Jajaki Kerja Sama Industri Kreatif Indonesia dengan Hollywood, Amin Nazar Buka Peluang Kolaborasi
Kredit Foto: Istimewa
Mohamad Amin Ahlun Nazar membawa gagasan kolaborasi industri kreatif Indonesia ke pasar Amerika Serikat melalui forum Indonesia–U.S. Digital Technology Forum: Creative Economy di Los Angeles pada 5–8 Oktober 2026. Melalui Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) dan Pola Raya Studio, Amin menjajaki peluang kerja sama di bidang produksi kreatif, museum interaktif, hingga wisata berbasis film.
Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Grata Endah Werdaningtyas, dengan fasilitasi Konsulat Jenderal RI di Los Angeles. Agenda tersebut mempertemukan delegasi Indonesia dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kota, industri hiburan, akademisi, dan diaspora kreatif.
Dalam pertemuan dengan Hollywood Chamber of Commerce (HCC), Amin menawarkan penjajakan kerja sama dengan GEKRAFS untuk memperluas promosi karya kreatif Indonesia melalui jejaring daerah. Ia juga mengusulkan peluang kolaborasi dengan William Morris Endeavor (WME) dalam penyelenggaraan pertunjukan dan pengembangan hubungan talenta Indonesia dengan industri internasional.
Sementara itu, melalui Pola Raya Studio, Amin memperkenalkan kemampuan desain dan produksi untuk mendukung pengembangan museum interaktif serta maket kota. Teknologi dan keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyajikan sejarah, gagasan pembangunan, dan informasi secara lebih menarik bagi masyarakat.
Amin juga menjajaki peluang pengembangan location-based entertainment atau wisata hiburan berbasis tempat. Salah satu gagasannya adalah pengembangan destinasi imersif dengan lisensi resmi waralaba Avatar karya James Cameron. Rencana tersebut masih memerlukan persetujuan pemegang hak kekayaan intelektual dan kajian kelayakan.
Bagi Amin, pengembangan industri kreatif tidak hanya berkaitan dengan promosi karya, tetapi juga membuka peluang kerja dan menjaga keberlanjutan usaha. Ia berharap perluasan pasar internasional dapat menciptakan permintaan yang lebih berkelanjutan bagi tenaga kreatif, perajin, dan pekerja produksi Indonesia.
“Ketika ikut membenahi Pola Raya, saya menyadari bahwa menjaga sebuah usaha juga berarti menjaga nafkah keluarga dan masa depan anak-anak karyawan,” tutur Amin.
Penjajakan tersebut berlangsung di tengah upaya pemerintah memperluas pasar ekonomi kreatif Indonesia. Kementerian Ekonomi Kreatif telah menyiapkan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta pada 21–23 Oktober untuk mempertemukan kreator, pelaku usaha, investor, dan mitra global.
Ke depan, realisasi peluang kerja sama yang dijajaki Amin akan bergantung pada kesepakatan dengan mitra, pemenuhan kebutuhan pasar, serta kesiapan pelaksanaan. Upaya ini diharapkan dapat mempertemukan kemampuan kreatif Indonesia dengan peluang bisnis internasional sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi para pekerja di dalam negeri.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: