Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cetak Laba Rp1,69 Triliun, Askrindo Raih Special Award BIFA 2026

Cetak Laba Rp1,69 Triliun, Askrindo Raih Special Award BIFA 2026 Kredit Foto: Askrindo
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), yang merupakan anggota holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Asuransi dan Penjaminan Indonesia Financial Group (IFG) dan juga bagian dari Danantara, kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Askrindo resmi meraih penghargaan bergengsi Special Award: Profit Growth Excellence for Insurance Company dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2026.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Askrindo sebagai perusahaan asuransi dengan pencapaian pertumbuhan laba tertinggi di antara perusahaan asuransi beraset di atas Rp3 triliun. Jerih payah ini didukung oleh fondasi keuangan yang kokoh, serta solidnya Perusahaan, di mana secara konsolidasian perseroan sukses membukukan laba setelah pajak sebesar Rp1,69 triliun sepanjang tahun 2025.

Direktur Utama Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan wujud dari kedisiplinan manajemen risiko, kualitas portofolio yang terjaga, serta kerja keras seluruh insan Askrindo dalam mendukung pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional.

"Penghargaan Profit Growth Excellence ini adalah hasil dari konsistensi Askrindo dalam menerapkan strategi bisnis yang prudent serta penguatan tata kelola perusahaan yang berlandaskan prinsip Governance, Risk & Compliance (GRC). Ke depan, Askrindo akan terus memegang komitmen untuk tumbuh secara berkelanjutan melalui fokus utama pada penguatan ekosistem UMKM, memberikan dukungan penuh terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN)" ujar Mahelan.

Askrindo telah memperkuat Governance, Risk & Compliance melalui penurunan profil risiko dan implementasi risk awareness yang lebih disiplin di seluruh organisasi. 

Sepanjang tahun 2025, Askrindo mencatatkan pendapatan penjaminan entitas induk sebesar Rp3,30 triliun dengan beban penjaminan Rp1,90 triliun, serta total aset konsolidasian yang mencapai Rp31 triliun. Selain pertumbuhan bisnis yang impresif, Askrindo juga terus mengakselerasi transformasi digital dan tata kelola risiko melalui penerapan risk awareness yang disiplin di seluruh lini organisasi, serta adopsi PSAK 117 yang mendorong transparansi sejalan dengan praktik terbaik global (global best practices).

“Implementasi PSAK 117 pada laporan keuangan menjadi katalis positif yang mengedepankan transparansi dan keselarasan dengan praktik global,” tambah Mahelan. 

Baca Juga: Askrindo Inisiasi Edukasi Literasi dan Inklusi Asuransi di FEB USU

Baca Juga: Permudah Akses Air Bersih, Askrindo Syariah Resmikan Sumur Bor untuk 400 KK di Bandung Barat

Melalui apresiasi di ajang BIFA 2026 ini, Askrindo optimistis untuk terus memperkuat kolaborasi strategis bersama mitra perbankan, korporasi, serta instansi terkait demi menghadirkan kontribusi yang semakin luas bagi perekonomian Indonesia.

Di tengah langkah strategis perusahaan, Askrindo juga mendukung program streamlining asuransi yang tengah dicanangkan pemerintah. "Kami memastikan bahwa proses streamlining ini berjalan tanpa mengganggu operasional perusahaan, di mana seluruh lini bisnis akan tetap berjalan secara optimal dan terus menunjukkan performa terbaik serta komitmen penuh kepada seluruh mitra dan pemangku kepentingan," tutup Mahelan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra