Total Penjaminan KUR Askrindo Tembus Rp81,6 Triliun hingga Agustus 2026
Kredit Foto: Istimewa
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mencatat nilai pertanggungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp81,6 triliun hingga Agustus 2026. Pertanggungan tersebut mencakup lebih dari 1,4 juta debitur pelaku usaha, dengan penyaluran melalui BRI mendominasi sebesar 78 persen.
Direktur Utama Askrindo Fankar Umran mengatakan nilai pertanggungan KUR Askrindo pada 2025 mencapai sekitar Rp114 triliun. Sementara itu, hingga Agustus 2026 jumlah debitur yang mendapat dukungan pertanggungan mencapai 1,4 juta pelaku usaha.
"Sampai dengan Agustus selama 2026 Rp81 triliun. Jumlah UMKM yang kami backup adalah 2,00 juta 2025, dan Agustus 2026 1,4 juta," jelas Fankar dalam RDP Panja bersama Komisi VII DPR RI, Senin (14/9/2026).
Askrindo menjamin KUR yang disalurkan melalui perbankan, dengan BRI menjadi penyalur dominan. Porsi penyaluran melalui bank tersebut mencapai 78 persen, disusul bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) lainnya, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.
"Dari segi UMKM yang di-support mencapai 90% oleh BRI. Sedangkan TK (tenaga kerja) yang di-support oleh nasabah BRI itu 86%," terang Fankar.
Berdasarkan sektor usaha, pertanian dan kehutanan menjadi sektor dengan porsi pertanggungan KUR Askrindo terbesar, yakni sekitar 41 persen. Selanjutnya, sektor perdagangan mencapai 32 persen dan jasa sekitar 14 persen.
Dari sisi skala usaha, segmen mikro dan kecil mendominasi pertanggungan KUR Askrindo. Porsinya masing-masing mencapai 79 persen dan 20 persen, sedangkan segmen lainnya sekitar 0,1 persen.
"Terakhir adalah segmen bisnis, ada mikro, kecil, segmen khusus, super mikro. Yang paling banyak adalah mikro dan kecil, 79% dan 20%, hanya 0,1% yang bukan dari mikro dan kecil," imbuh Fankar.
Baca Juga: Askrindo Dukung Relawan Bakti BUMN 2026 di Langowan, Lampung dan NTT
Baca Juga: Askrindo Dukung 512 Proyek Strategis dan Perkuat UMKM Nasional
Berdasarkan wilayah, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan nilai penyaluran KUR terbesar melalui skema pertanggungan Askrindo, yakni Rp14,085 triliun. Jumlah debitur di provinsi tersebut mencapai 279.000, dengan tenaga kerja yang didukung mencapai sekitar 392.000 orang.
"Kalau kita lihat dari jumlah debitur, tenaga kerja, pertanggungan dan nilainya, di Jawa Tengah memang paling banyak jumlah debiturnya 279 ribu. Kemudian di tenaga kerjanya 392 riu. Seirama dengan disusul oleh Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan sebagainya," tutur Fankar.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Annisa Nurfitri