Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gerindra Bongkar Alasan di Balik Penunjukan Wamenimipas Baru dan Pertukaran Jenderal Bintang Empat

Gerindra Bongkar Alasan di Balik Penunjukan Wamenimipas Baru dan Pertukaran Jenderal Bintang Empat Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di balik perombakan (reshuffle) kabinet kedelapan yang dilakukan oleh presiden, tersimpan sejumlah manuver taktis yang mengejutkan dari Presiden Prabowo Subianto. Partai Gerindra mengatakan pemilihan figur-figur baru yang menduduki pos wakil menteri hingga pergeseran posisi para jenderal bintang empat di pucuk pimpinan institusi negara bukan sekadar bagi-bagi kursi kekuasaan. Ada misi pembersihan dan optimalisasi strategi yang tengah dijalankan oleh Istana.

Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong buka-bukaan mengenai kalkulasi politik dan teknis di balik penetapan nama-nama tersebut. Salah satu sorotan utama adalah masuknya kader Gerindra, M. Maulana Bungaran. Ia dipercaya memegang tongkat estafet sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamenimipas).

Baca Juga: Babak Baru Polemik Ijazah, Kubu Gibran Tantang Denny Indrayana Tunjukkan SP3 Korupsi di 2015

Pemilihan Maulana menurutnya adalah langkah kuratif yang sangat mendesak. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan saat ini tengah babak belur dihantam berbagai mega-skandal. Mulai dari terkuaknya kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan izin tinggal warga asing hingga temuan memalukan fasilitas sel mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong.

"Kemenimipas akhir-akhir ini kita lihat butuh penegakan atau penindakan di lapas-lapas kita. Kalau kita lihat sosoknya, memang background-nya beliau kan background hukum, dan itu dibutuhkan dalam rangka upaya perbaikan, bukan hanya di imigrasi, tetapi juga di lapas," ungkap Bahtra dikutip Jumat (16/10/2026).

Bahtra meyakini latar belakang hukum yang kental dari sosok terkait akan menjadi senjata utama untuk membersihkan praktik kotor di kementerian tersebut.

"Dengan sidaknya kemarin juga, artinya banyak sekali ke depannya, pembenahan-pembenahan yang harus dilakukan di sana," tegasnya.

Selain pos sipil, reshuffle kali ini juga mengguncang struktur elite militer. Terjadi pertukaran atau tukar guling posisi yang tak terduga antara dua perwira tinggi. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak secara resmi ditarik menjadi Wakil Panglima TNI dan Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Sementara Jenderal TNI Tandyo Budi Revita kini menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

Bahtra menyebut bahwa presiden dengan latar belakang militernya yang paripurna, telah memiliki insting dan pertimbangan kaliber tinggi untuk menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat sesuai kapabilitasnya.

"Jadi, saya pikir itu sudah sesuatu yang tepat, sangat pas, yang dilakukan oleh Presiden kita dan kami dari Partai Gerindra akan terus memberikan dukungan," tandas Bahtra.

Baca Juga: Pemakzulan Gibran Mandek, Prabowo Kemungkinan Enggan Amputasi Total Kekuasaan Dinasti Jokowi

Diketahui, Presiden Prabowo tidak hanya melantik Maulana, Maruli, dan Tandyo. Terdapat sejumlah nama lain yang ikut ditarik ke pusat kekuasaan, antara lain Marsekal TNI Yusuf Jauhari sebagai Wamenhan Bidang Logistik; Jenderal TNI Richard Tampubolon sebagai Wamenhan Bidang Strategi; Dr. Alim Setiawan Slamet sebagai Wamentan; Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB; Prof. Dr. Setyawan Pudyatmoko sebagai Kepala BPGMN; dan Mayjen TNI Sriyanto sebagai Wakil Kepala BPGMN. 

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar