Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Ambruk 11,57% ke Level 5.185, 812 Saham Berguguran!

IHSG Ambruk 11,57% ke Level 5.185, 812 Saham Berguguran! Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kejatuhan tajam pada perdagangan Jumat (16/10/2026). IHSG ditutup di level 5.185,10, anjlok 678,67 poin atau 11,57% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Tekanan jual sudah terasa sejak awal perdagangan. IHSG dibuka di level 5.393,92, jauh di bawah posisi penutupan sebelumnya, sehingga langsung terperosok ke zona merah.

Sepanjang sesi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.404,51 dan level terendah 5.185,11. Indeks sempat mencoba bangkit dengan penguatan terbatas ke kisaran 5.300 sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, upaya tersebut tak bertahan lama. IHSG kembali melemah dan terus merosot hingga perdagangan berakhir.

Aksi jual juga terlihat dari pergerakan mayoritas saham. Berdasarkan data BEI, hanya 11 saham yang berhasil menguat, sedangkan 812 saham melemah dan 140 saham stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Di tengah tekanan tersebut, aktivitas perdagangan tercatat mencapai 658,27 juta lot, dengan nilai transaksi sebesar Rp26,38 triliun.

Kekhawatiran terhadap Status Pasar Saham RI

Salah satu sentimen yang membayangi pasar adalah rencana MSCI mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market (pasar berkembang) menjadi Standalone Market (pasar mandiri).

Rencana tersebut masih dalam tahap konsultasi dan belum menjadi keputusan final. MSCI membuka kesempatan bagi pelaku pasar untuk menyampaikan tanggapan hingga 30 April 2027. Keputusan akhir dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

Baca Juga: IHSG Babak Belur: Anjlok 10,76% di Sesi I dan Hanya 15 Saham yang Menguat

Baca Juga: IHSG Amblas 11%, Tak Satu Pun dari 11 Sektor Saham yang Selamat

"MSCI akan mengumumkan keputusan akhir pada akhir Juni 2027 dan mungkin memberikan pembaruan sementara mengenai tanggapan peserta pasar selama periode konsultasi," tulis MSCI dalam pengumumannya, dikutip Jumat (16/10/2026).

MSCI menilai status Indonesia sebagai pasar berkembang perlu ditinjau kembali. Sejumlah hal yang menjadi perhatian mencakup kemudahan investor dalam berinvestasi di pasar saham Indonesia, transparansi struktur kepemilikan saham, dugaan praktik perdagangan yang terkoordinasi, serta belum terlihatnya penegakan aturan yang dinilai memberikan dampak signifikan.

Kekhawatiran terhadap kemungkinan perubahan status ini turut menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi keputusan investasi dan alokasi dana investor global di pasar saham Indonesia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan