Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Asing Borong GOTO Rp288 Miliar, BBCA Malah Dilepas Rp2,33 Triliun

Asing Borong GOTO Rp288 Miliar, BBCA Malah Dilepas Rp2,33 Triliun Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Investor asing menunjukkan pergerakan berbeda di pasar saham Indonesia pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat pembelian bersih asing terbesar, sementara saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru mengalami penjualan bersih hingga triliunan rupiah. 

Dalam data Movers pada aplikasi perdagangan saham yang dikutip Sabtu (17/10nilai net foreign buy GOTO mencapai Rp288,32 miliar. Angka tersebut menempatkan GOTO di posisi teratas dalam daftar saham dengan pembelian bersih asing terbesar pada periode tersebut.

Selain GOTO, investor asing juga mencatatkan pembelian bersih pada sejumlah saham lain. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan net foreign buy Rp75,65 miliar, diikuti PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar Rp58,60 miliar.

Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga masuk dalam daftar saham yang diburu asing, masing-masing dengan pembelian bersih Rp57,83 miliar dan Rp57,70 miliar.

Di sisi lain, tekanan jual asing terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan. BBCA mencatatkan penjualan bersih asing terbesar, yakni Rp2,33 triliun.

Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan net foreign sell Rp1,15 triliun. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengalami penjualan bersih asing sebesar Rp868,01 miliar.

Aksi jual asing tidak hanya terjadi pada saham perbankan. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan penjualan bersih Rp137,79 miliar, sedangkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp90,22 miliar.

Baca Juga: Wamenko Drajad Minta Investor Serok Saham saat Harga Jeblok

Perbedaan aliran dana tersebut memperlihatkan bahwa minat investor asing tidak merata di seluruh saham. Ketika GOTO mencatatkan pembelian bersih, sejumlah saham unggulan, termasuk BBCA, BBRI, dan BMRI, justru mengalami tekanan jual bersih.

Meski demikian, data net foreign buy dan net foreign sell belum cukup untuk memastikan terjadinya peralihan dana secara langsung dari saham perbankan ke GOTO. Angka tersebut menunjukkan selisih transaksi beli dan jual investor asing, bukan bukti bahwa dana yang keluar dari satu saham otomatis masuk ke saham lainnya.

Pergerakan harga, volume transaksi, serta konsistensi arus dana asing dalam beberapa hari perdagangan berikutnya tetap perlu dicermati untuk melihat apakah pola tersebut berlanjut atau hanya bersifat sementara.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Fajar Sulaiman