Kredit Foto: Istimewa
Mondelēz Indonesia mengumpulkan 50,2 ton sampah plastik dan 116 ton sampah kemasan dari berbagai jenis sepanjang 2021 hingga Juni 2026 melalui program edukasi pengelolaan sampah #BijakPlastikSejakDini. Program yang telah menjangkau 23 sekolah dan melibatkan lebih dari 5.700 siswa tersebut kini diperluas dengan melibatkan empat sekolah baru di Jakarta dan Padang.
Perluasan program ini dibarengi dengan pembentukan Duta #BijakPlastikSejakDini. Melalui inisiatif tersebut, siswa tidak hanya menjadi peserta edukasi, tetapi juga didorong menjadi penggerak yang mengajak teman sebaya menerapkan kebiasaan mengelola sampah dan menjaga lingkungan.
Country Head of Corporate and Government Affairs Mondelēz Indonesia Marfusita Hamburgiwati mengatakan, pengembangan duta menjadi langkah lanjutan dari program yang telah berjalan sejak 2021.
“Sejak 2021, #BijakPlastikSejakDini terus kami kembangkan untuk mendukung anak-anak mengenal dan membiasakan perilaku bijak dalam mengelola sampah plastik. Tahun ini, kami ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi anak untuk mengambil peran aktif melalui Duta #BijakPlastikSejakDini,” ujar Marfusita.
Empat sekolah yang bergabung pada 2026 terdiri atas SD RK II Fransiscus Padang dan SD Semen Padang di Sumatera Barat, serta SDN Bintaro 01 dan SDN Bintaro 02 di Jakarta.
Program tersebut mengusung konsep bank sampah di lingkungan sekolah dan dijalankan melalui edukasi, lokakarya, kompetisi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan ini diarahkan untuk membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak usia dini.
Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Agus Rusly mengatakan, pengelolaan sampah perlu disertai pemahaman mengenai jenis dan karakteristik sampah yang dihasilkan.
Ia mengapresiasi inisiatif #BijakPlastikSejakDini karena mendorong penerapan kebiasaan pengelolaan sampah sejak dini. Menurutnya, program tersebut juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH/BPLH Lu'lu' Agustina menilai praktik seperti bank sampah, pemilahan sampah, dan pengurangan penggunaan plastik dapat menjadi bagian dari budaya sekolah sekaligus mendukung upaya menuju Sekolah Adiwiyata.
“Di dalamnya, Duta #BijakPlastikSejakDini dapat berperan sebagai contoh dan membantu mengajak teman sebaya untuk menerapkan kebiasaan tersebut,” ujar Lu'lu'.
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pembina Tim Kerja Pembinaan Peserta Didik Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen Minhajul Ngabidin, yang mewakili Direktur Sekolah Dasar Moch. Salim Somad, mengatakan pembiasaan peduli lingkungan sejalan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya pilar bermasyarakat.
Menurutnya, keterlibatan anak sebagai duta dapat memberi ruang bagi siswa untuk menjadi contoh dan mengajak teman sebaya melakukan kebiasaan positif di lingkungan sekitar.
Sejak 2023, #BijakPlastikSejakDini juga menjadi mitra resmi Gerakan Sekolah Sehat (GSS) Kemendikdasmen. Kemitraan tersebut memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun kebiasaan positif sejak dini.
Memasuki tahun keenam pelaksanaannya, program ini mengembangkan pendekatan yang menempatkan siswa sebagai pelaku aktif dalam gerakan lingkungan. Melalui lokakarya tahun ini, siswa mengikuti kegiatan edukatif dan interaktif, termasuk pengukuhan duta, berbagi pengalaman, refleksi, dan apresiasi.
Mondelēz Indonesia menyatakan akan melanjutkan kolaborasi dengan sekolah, guru, siswa, orang tua, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak untuk memperluas penerapan kebiasaan pengelolaan sampah.
Marfusita mengatakan, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar kebiasaan yang telah dibangun di sekolah dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: