Kredit Foto: Antara
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi bermagnitudo 5,3 mengguncang wilayah laut 60 kilometer timur laut Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (18/10/2026) pukul 15.00.08 WIB. Gempa dengan kedalaman 10 kilometer tersebut dirasakan di sejumlah wilayah, dengan guncangan terkuat dilaporkan di Kabupaten Manggarai.
Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 8,09 derajat Lintang Selatan dan 120,26 derajat Bujur Timur. Intensitas guncangan di Kabupaten Manggarai tercatat pada skala IV–V Modified Mercalli Intensity (MMI).
Sementara itu, getaran dengan intensitas III MMI dirasakan di Kabupaten Manggarai Barat. Guncangan juga dilaporkan di Kabupaten Bima dan Kota Bima dengan intensitas II–III MMI, serta Kabupaten Nagekeo dengan intensitas I–II MMI.
Skala MMI menggambarkan tingkat guncangan berdasarkan dampak yang dirasakan masyarakat dan kondisi di lokasi. Skala ini berbeda dari magnitudo yang mengukur besarnya gempa.
BMKG juga mencatat gempa bermagnitudo 4,1 pada pukul 15.02.46 WIB, sekitar dua menit setelah gempa M 5,3.
Baca Juga: Gempa NTT Rusak 726 Aset Negara, OJK Ungkap Kerugian Rp29,8 Miliar
Baca Juga: 94 Pengungsi Gempa NTT Meninggal Dunia, DPR Buka Suara dan Tuntut Audit Total
Gempa kedua berpusat di laut, sekitar 56 kilometer utara Ruteng, dengan kedalaman 5 kilometer. Pusat gempa berada pada koordinat 8,14 derajat Lintang Selatan dan 120,29 derajat Bujur Timur.
Gempa M 4,1 tersebut dirasakan di Kabupaten Manggarai dengan intensitas II–III MMI.
Dua kejadian gempa itu tercatat di wilayah perairan utara Flores pada Minggu sore. Namun, data yang tersedia belum cukup untuk memastikan apakah keduanya memiliki hubungan secara seismik.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: