Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dua badan usaha milik daerah (BUMD), yakni PAM Jaya dan Bank Jakarta, masih menunggu kondisi pasar yang tepat.
Pramono mengatakan, kondisi pasar saat ini belum mendukung pelaksanaan IPO. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta tengah meraba peluang untuk merealisasikan rencana tersebut pada tahun depan.
“Sekarang ini pasarnya sedang tidak baik sehingga dengan demikian mudah-mudahan di bulan ke berapa tahun depan dua BUMD ini bisa IPO di Jakarta,” ujar Pramono usai meresmikan Embung Bambu Hitam dan Batu Bengkong, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026).
Rencana IPO PAM Jaya dan Bank Jakarta menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong pengembangan kedua perusahaan daerah tersebut melalui pasar modal.
Namun, Pramono belum menyebutkan secara pasti bulan pelaksanaan IPO kedua BUMD tersebut. Waktu pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan kondisi pasar.
“Yang berkaitan dengan IPO tentunya waktunya harus tepat,” pungkasnya.
Baca Juga: Pramono Usulkan RAPBD Jakarta Rp82,89 Triliun, Ini Rencana Belanja dan Sumber Pembiayaannya
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memastikan tetap memegang saham mayoritas Bank Jakarta dan PAM Jaya jika kedua badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut melantai di bursa saham.
Pramono Anung mengatakan, rencana IPO bertujuan memperkuat pengelolaan perusahaan daerah tanpa mengurangi kendali pemerintah atas kebijakan strategisnya. Ketentuan kepemilikan mayoritas oleh Pemprov DKI akan diatur melalui peraturan daerah (Perda).
Menurut Pramono, keterlibatan investor publik diharapkan dapat mendorong transparansi dan profesionalisme perusahaan, sementara kendali atas kedua BUMD tetap berada di tangan pemerintah daerah.
Bank Jakarta berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi dan layanan perbankan, sedangkan PAM Jaya bertanggung jawab atas penyediaan layanan air bersih bagi warga Ibu Kota.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Istihanah