Asuransi Asei Hadiri Fact-Finding Mission (FFM) OECD Bidang Kredit Ekspor
Kredit Foto: Ist
Pemerintah Republik Indonesia saat ini tengah mengakselerasi langkah strategis dalam proses aksesi menuju keanggotaan penuh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).
Sebagai bagian integral dari tahapan penilai keanggotaan tersebut, Indonesia tengah menjalani serangkaian technical review mendalam yang melibatkan evaluasi langsung oleh komite-komite teknis OECD, salah satunya melalui kegiatan Fact Finding Mission (FFM).
Dalam kerangka peninjauan tersebut, sektor Kredit Ekspor menjadi salah satu pilar strategis yang mendapat perhatian khusus. Sehubungan dengan hal ini, Tim Penilai OECD melaksanakan agenda FFM kepada PT Asuransi Asei Indonesia (Asuransi Asei) dalam kapasitasnya sebagai lembaga penyelenggara Kredit Ekspor atau Export Credit Agency (ECA) Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026, ini berlokasi di Kantor Pusat Asuransi Asei, Menara Kadin Indonesia Lantai 22, Jakarta.
Melalui rangkaian FFM ini, Tim Delegasi OECD melakukan pengumpulan fakta-fakta lapangan secara komprehensif. Agenda mencakup wawancara mendalam dengan jajaran manajemen dan tim teknis, peninjauan dokumen, serta verifikasi atas data operasional untuk mengonfirmasi kesesuaian antara fakta di lapangan dengan informasi yang sebelumnya telah disampaikan oleh Asuransi Asei dalam Accession Questionnaire.
Fokus utama verifikasi ini tertuju pada keandalan kebijakan operasional, ketahanan sistem, serta mekanisme tata kelola yang diterapkan Asuransi Asei dalam mengelola dan memitigasi risiko pada transaksi perdagangan internasional/ekspor.
Asuransi Asei dan Tim OECD mendalami sejumlah aspek penting yang berkaitan dengan praktik kredit ekspor, antara lain penerapan prinsip kehati-hatian terhadap dampak lingkungan dan sosial (Environmental and Social Due Diligence), langkah pencegahan penyuapan (Anti-Bribery Measures), serta praktik pembiayaan berkelanjutan (Sustainable Lending Practices).
Pembahasan juga mencakup kebijakan internal, mekanisme penilaian risiko, dan kesesuaian prosedur operasional dengan prinsip-prinsip yang menjadi perhatian OECD.
Sebagai instrumen vital negara dalam penyediaan solusi perlindungan risiko perdagangan dan fasilitas kredit ekspor, Asuransi Asei menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG).
Perusahaan secara konsisten melakukan peningkatan kualitas manajemen risiko guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan maksimal bagi eksportir nasional yang bertransaksi di pasar global.
Melalui ruang dialog interaktif dalam kegiatan FFM ini, Asuransi Asei memanfaatkan momentum pertukaran informasi untuk memastikan seluruh kerangka operasional yang berjalan telah selaras dengan standar yang diakui secara internasional.
Keterlibatan aktif Asuransi Asei dalam proses penyelarasan aksesi ini tidak sekadar bentuk pemenuhan persyaratan formal keanggotaan OECD.
Lebih dari itu, langkah ini menjadi momentum transformatif bagi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperluas jangkauan akseptasi risiko, serta mengoptimalkan peran strategisnya dalam mendukung agenda pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan Fact-Finding Mission ini, Asuransi Asei mempertegas komitmennya sebagai ECA Indonesia untuk mensukseskan proses aksesi Indonesia menuju keanggotaan OECD.
Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan serta pengembangan praktik tata kelola perusahaan yang baik dan penerapan manajemen risiko yang berkelanjutan demi memperkuat ekosistem perdagangan nasional, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: