Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mawatu Hadirkan Pilihan Kuliner dan Ritel, Perkuat Daya Tarik Labuan Bajo

Mawatu Hadirkan Pilihan Kuliner dan Ritel, Perkuat Daya Tarik Labuan Bajo Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mawatu mulai beroperasi dengan menghadirkan beragam pilihan kuliner, ritel, dan ruang bersantai bagi masyarakat serta wisatawan di Labuan Bajo. Kawasan ini juga menyediakan layanan shuttle gratis yang menghubungkan Mawatu dengan sejumlah hotel dan titik strategis di kota tersebut.

Beroperasinya puluhan tenant ini menjadi bagian dari upaya Mawatu mewujudkan visinya sebagai pusat kota baru Labuan Bajo, sekaligus mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi dan pariwisata setempat.

Soft opening Mawatu digelar pada 16 Oktober 2026 dan dibuka oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng. Acara tersebut ditandai dengan prosesi adat, pertunjukan tari, dan sambutan, serta dihadiri para pemangku kepentingan dan mitra pengembangan kawasan.

Sejumlah tenant kuliner yang telah beroperasi antara lain Alma dan La Cucina yang menyajikan hidangan Italia, Tandoor dengan menu India, serta Charis Sei yang menghadirkan sajian lokal.

Di sektor ritel, pengunjung dapat menjelajahi produk Sensatia, Guardian, dan Wakai Go. Sementara itu, Alfamart menyediakan berbagai kebutuhan harian. Area Street Bar juga menawarkan beragam suvenir, kerajinan, makanan, dan minuman dari tenant lokal maupun nasional.

Kehadiran berbagai usaha tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas kawasan sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis dan menyerap tenaga kerja lokal.

Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, mengapresiasi perhatian Mawatu terhadap keterlibatan tenaga kerja setempat. Menurut dia, perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata perlu diimbangi dengan peluang ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

“Labuan Bajo terus berkembang, baik sebagai destinasi wisata maupun sebagai tempat masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari. Kehadiran Mawatu diharapkan dapat melengkapi perkembangan tersebut, sekaligus membuka peluang ekonomi inklusif bagi para pelaku usaha dan tenaga kerja setempat untuk tumbuh bersama,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi proses perekrutan tenaga kerja yang melibatkan sekitar 500 peserta. Menurut dia, keterlibatan masyarakat lokal penting agar manfaat pengembangan kawasan dapat dirasakan secara lebih luas.

Sediakan Shuttle Gratis

Untuk mendukung kemudahan akses, Mawatu menyediakan layanan shuttle gratis yang menghubungkan kawasan tersebut dengan sejumlah hotel utama di Labuan Bajo. Layanan ini memberikan alternatif transportasi bagi pengunjung yang ingin menuju Mawatu maupun kembali ke hotel.

Rute shuttle juga dirancang untuk mencakup sejumlah titik strategis, termasuk Pelabuhan Marina dan Bandara Internasional Komodo, sehingga memudahkan mobilitas wisatawan selama berada di Labuan Bajo.

Head of Business Unit Tourism Vasanta Group, Jonathan Budiman, mengatakan Mawatu ingin menjadi bagian dari pengalaman masyarakat dan wisatawan saat menikmati Labuan Bajo.

“Kami ingin Mawatu menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dan wisatawan saat menikmati Labuan Bajo. Beragam pilihan kuliner, belanja, dan ruang bersantai memberi pengunjung alasan untuk menghabiskan waktu di kawasan, sementara layanan shuttle diharapkan memudahkan akses dari hotel sekaligus membantu mereka menjelajahi sejumlah titik di kota ini,” katanya.

Dengan beroperasinya tenant dan tersedianya layanan transportasi, Mawatu diharapkan dapat memperkaya pilihan aktivitas di Labuan Bajo. Kawasan ini menggabungkan berbagai aspek, mulai dari kuliner, gaya hidup, dan perhotelan hingga budaya, kreativitas, maritim, alam, dan komunitas.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi

Tag Terkait: