Al Greeny S. Dewayanti Kembangkan Program LIFE di Labuan Bajo untuk Pertanian Berkelanjutan Berbasis AI
Kredit Foto: Istimewa
Di tengah percepatan transformasi digital dan meningkatnya perhatian dunia terhadap keberlanjutan, Al Greeny S. Dewayanti menghadirkan perjalanan kepemimpinan yang mencerminkan perubahan arah baru dunia bisnis Indonesia — dari ekonomi digital menuju pembangunan berkelanjutan berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.
Dikenal sebagai mantan pendiri Genflix dan profesional lintas industri yang memiliki pengalaman di sektor perbankan, telekomunikasi, hingga digital media, Greeny mengambil langkah transformasional dengan mengalihkan fokusnya pada pengembangan solusi keberlanjutan yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui perannya di BenihBaik.com — CSR management dan pengelola ESG yang dikelola oleh Yayasan Benih Baik Indonesia, Al Greeny S. Dewayanty, selaku Chief Partnership Officer, mengembangkan Learning Management System (LMS) untuk UMKM, salah satunya program Banyumas Naik Kelas untuk membantu UMKM dapat melakukan ekspor, melatih anak muda untuk mencintai pertanian melalui hidroponik berbasis IOT, dan banyak inisiatif sosial lainnya yang berdampak.
Baru-baru ini, Greeny memimpin inisiatif LIFE (Land Innovation for Food and Empowerment), sebuah program pertanian regeneratif berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mengintegrasikan riset DNA tanah, aplikasi digital untuk petani, serta pengembangan komunitas desa di Labuan Bajo.
Greeny menjalaskan, program LIFE berusaha mengembalikan kesehatan tanah untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga membangun model pembangunan ekonomi desa yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Program ini bekerja sama dengan berbagai pihak seperti GSI-Lab untuk riset , dan dengan Samuel Pangestu, imam diosesan KAJ yang tergerak dengan kondisi komunitas di Labuan Bajo. Kolaborasi tersebut membuahkan pemikiran dan menggerakkan pemberdayaan di pulau Komodo tersebut.
“Pada akhirnya, teknologi tidak hanya meng-akselerasi pertumbuhan usaha, tetapi juga pertanian regenerative untuk menciptakan dampak yang lebih luas di masa mendatang ” ujar Greeny.
Saat ini program LIFE telah mendapatkan pedanaan dari National Geographic Society dan Pepsi Co. Dengan demukin, Greeny pun menjadi bagian dari National Geographic Explorer, untuk bidang Food for Tomorrow. Hal tersebut menjadi pengakuan global atas kontribusinya dalam mengembangkan pendekatan baru yang menggabungkan teknologi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Di tengah meningkatnya kebutuhan akan model bisnis yang lebih berkelanjutan, perjalanan Greeny merepresentasikan munculnya generasi pemimpin baru yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan jangka panjang dan teknologi seperti Artificial Intelligence dapat memainkan peran penting dalam menjawab tantangan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan ekonomi lokal di masa depan.
“Kita sedang memasuki era di mana sustainability bukan lagi sekadar program CSR, melainkan bagian dari strategi bisnis dan masa depan ekonomi. Bekerja untuk keberlangsungan pangan, lingkungan hidup dan berdampak pada kekuatan socio economy merupakan tanggung jawab bersama," tutur Greeny yang juga mempunyai hobi melukis.
Hijrah dari dunia bisnis menjadi seorang socioprenuer, diakui nya membawa dampak yang positif. kini Greeny mempunyai banyak waktu untuk terlibat dalam organisasi, menjalankan hobi melukis dan jalan-jalannya, serta lebih bahagia karena melihat dampak sosial ekonomi yang diberikan pada masyarakat banyak, serta menjaga kelestarian lingkungan untuk masa depan anak cucu.
“Saya merasa hidup saya berarti ketika saya mempunyai dampak untuk keberlangsungan dan keberlanjutan kehidupan. Kita tidak tahu masih berapa lama lagi hidup di dunia, tapi saya mau meninggalkan legacy yang baik untuk kehidupan ini, untuk lingkungan dan masyarakat , terutama untuk masa depan anak cucu yang kita cintai agar mereka tetap dapat menikmati kehidupan yang baik, tutup Greeny.”
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi
Tag Terkait: