Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Polemik Ijazah Jokowi dan Gibran Dicurigai Jadi Skenario Jegal Prabowo di 2029

Polemik Ijazah Jokowi dan Gibran Dicurigai Jadi Skenario Jegal Prabowo di 2029 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Willem Frans Ansanay, menduga polemik ijazah Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkaitan dengan operasi politik menjelang Pemilu 2029. Ia bahkan menganggap persoalan serupa berpotensi diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

‎Willem menyampaikan pandangan tersebut saat menanggapi pernyataan Jokowi yang menyebut adanya operasi politik dan penumpang gelap di balik polemik ijazah dirinya dan Gibran. Menurut Willem, pernyataan Jokowi memiliki alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

‎"Pernyataan Pak Jokowi menanggapi isu ijazah Mas Wapres ada operasi politik dan ada penumpang gelap membuat kebakaran jenggot tentu punya alasan yang bisa dipertanggungjawabkan," kata Willem kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).

‎Ia mengingatkan bahwa polemik ijazah Jokowi telah berlangsung hampir dua tahun sebelum bergulir ke proses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Setelah isu tersebut, Willem menilai perhatian kemudian beralih kepada Gibran, dengan menyebut Denny Indrayana, Roy Suryo, dan Refly Harun dalam rangkaian pihak yang mempersoalkan ijazah wakil presiden.

‎"Usaha Deni Indrayana mempersoalkan ijazah Wapres itu, targetnya adalah pemakzulan Gibran sebagai Wapres," katanya. Willem juga menduga persoalan yang dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK) dapat berlanjut ke parlemen setelah upaya di lembaga tersebut tidak membuahkan hasil sesuai harapan pihak yang mengajukan permohonan.

‎Willem turut menyampaikan interpretasinya terhadap putusan MK terkait permohonan yang diajukan Denny Indrayana dan pihak lainnya. Ia menyinggung persoalan dokumen ijazah Gibran, tetapi penafsiran tersebut merupakan pandangan Willem dan bukan kesimpulan hukum yang dapat dipastikan dari bahan yang tersedia.

‎Lebih jauh, Willem menduga polemik ijazah Gibran berkaitan dengan persaingan politik menuju 2029. Ia menilai posisi Gibran sebagai figur yang dianggapnya populer dapat menjadi salah satu alasan munculnya upaya untuk mempersoalkan kelayakannya.

‎"Ketakutan menghadapi Gibran yang lagi populer di mata masyarakat Indonesia di Pemilu 2029 itulah dasar operasi politik atasnya," ujarnya.

‎Bara JP juga menduga polemik ijazah Jokowi dan Gibran dapat menjadi bagian dari upaya politik yang menyasar Prabowo. Willem bahkan berspekulasi bahwa persoalan ijazah Presiden sebagai lulusan perguruan tinggi luar negeri bisa menjadi isu berikutnya.

Baca Juga: Roy Suryo Bakal Bebas Jika Jokowi Tak Kunjung Hadiri Sidang Ijazah

‎"Operasi politik pertama adalah ijazah Pak Jokowi, operasi politik kedua adalah ijazah Mas Gibran, dugaan kami operasi politik ketiga bisa saja, dugaan saya mempermasalahkan ijazah Pak Prabowo sebagai lulusan luar negeri," ujarnya.

‎"Karena itu dugaan kami target utamanya adalah menggagalkan Prabowo maju di Pemilu 2029 dengan isu ijazah," katanya. Sebelumnya, Jokowi sendiri menyebut polemik ijazah dirinya dan Gibran sebagai operasi politik yang ditunggangi pihak tertentu, sebagaimana disampaikannya pada Jumat (16/10).

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy