- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
MSCI Guncang Pasar Saham RI, Reformasi Jadi Taruhan Kepercayaan Investor
Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai reformasi pasar modal menjadi kunci untuk menjaga dan memulihkan kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia. Hal ini menjadi semakin penting di tengah konsultasi MSCI terkait kemungkinan perubahan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto menegaskan, usulan MSCI tersebut belum menjadi keputusan final. Proses konsultasi masih berlangsung, sementara otoritas pasar modal Indonesia terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas pasar.
Menurut Rully, langkah pembenahan itu mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham, penguatan keterbukaan informasi, serta perbaikan kualitas dan integritas pasar modal. Namun, investor tidak hanya menilai kebijakan yang diumumkan, tetapi juga melihat konsistensi pelaksanaannya dan hasil nyata yang bisa diverifikasi.
“Menurut Rully, arah reformasi tersebut menjadi faktor penting dalam menentukan kepercayaan investor ke depan. Konsistensi pelaksanaan dan hasil yang dapat diverifikasi akan menjadi perhatian utama pasar,” ujar Rully dalam Media Day Oktober 2026 bertajuk Navigating Uncertainty: A New Perspective on Indonesia’s Market di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Mirae Asset juga menyoroti potensi dampak isu MSCI terhadap aliran modal asing. Perubahan pandangan investor global terhadap kualitas dan kemudahan akses ke pasar Indonesia dapat memengaruhi keputusan mereka untuk mempertahankan atau mengurangi investasi di aset domestik.
Tekanan dari isu tersebut sebelumnya terlihat di pasar saham. Pada 16 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,6% dalam sehari setelah muncul pengumuman terkait MSCI. Di tengah gejolak itu, investor asing juga masih mencatatkan tekanan jual yang signifikan sepanjang tahun berjalan.
Baca Juga: Fitch Soroti Gejolak MSCI, Kepercayaan Investor Bisa Jadi Ancaman bagi RI
Baca Juga: Airlangga Santai IHSG Terjun ke 4.900: Itu Biasa, MSCI Ngancam-ngancam dikit
Baca Juga: Usai Bertemu MSCI, BEI Siapkan Dua Langkah Baru untuk Benahi Pasar Modal
Meski harga saham telah terkoreksi, Rully mengingatkan investor agar tidak terburu-buru menganggap kondisi tersebut sebagai peluang beli. Valuasi yang lebih murah belum tentu menandakan pasar akan segera pulih.
Investor, lanjutnya, perlu mencermati perkembangan aliran dana asing, kemajuan reformasi pasar modal, serta kemampuan perusahaan menjaga kinerja fundamentalnya sebelum mengambil keputusan investasi.
“Valuasi saham yang sudah terkoreksi memang dapat membuka peluang, tetapi harga yang lebih murah tidak otomatis berarti pasar akan segera pulih. Investor tetap perlu memperhatikan perkembangan arus dana asing, kemajuan reformasi pasar, dan kemampuan perusahaan mempertahankan kinerja fundamentalnya,” tambah Rully.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan