Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pre-order iPhone Duo Apple Diserbu, Pengiriman Diprediksi Mundur 2027

Pre-order iPhone Duo Apple Diserbu, Pengiriman Diprediksi Mundur 2027 Kredit Foto: Apple
Warta Ekonomi, Jakarta -

Apple berpotensi menghadapi keterbatasan pasokan iPhone Duo, ponsel lipat pertamanya yang dibanderol mulai US$1.999 atau sekitar Rp 36 juta untuk varian penyimpanan 2 terabita (TB). Tingginya permintaan pada masa prapemesanan membuat sejumlah estimasi pengiriman pesanan daring mundur hingga akhir Januari

Stok untuk pengambilan perangkat pada hari peluncuran dilaporkan telah habis dipesan. Apple pun mengakui tingginya minat konsumen terhadap produk barunya tersebut.

“Kami bekerja keras untuk menghadirkan produk baru yang revolusioner ini ke tangan pelanggan secepat mungkin, dan kami akan terus menerima pesanan secara online,” kata Apple, dikutip dari CNBC Internasional.

Direktur Riset Counterpoint Tarun Pathak memperkirakan permintaan awal iPhone Duo akan melampaui persediaan yang tersedia. Menurut estimasi Counterpoint, pasokan perangkat dalam waktu dekat diperkirakan hanya sekitar 6 juta unit atau kurang.

Jumlah tersebut relatif kecil dibandingkan basis pengguna iPhone yang mencapai sekitar 1,4 miliar orang. Ketertarikan sebagian kecil pengguna terhadap perangkat baru ini saja berpotensi meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan stok.

Baca Juga: Stok iPhone Duo Disebut Bakal Terbatas, Ini Jadwal Penjualannya

Baca Juga: iPhone Duo Belum Dijual, Galaxy Z Fold 8 Sudah Kena Efeknya

International Data Corporation (IDC) juga memperkirakan pasokan awal iPhone Duo akan terbatas. Kondisi ini berkaitan dengan kompleksitas perangkat lipat serta standar manufaktur dan kualitas yang diterapkan Apple.

Apple membuka prapemesanan iPhone Duo pada Jumat (16/10) melalui situs resmi dan aplikasi Apple Store. Perangkat tersebut dijadwalkan mulai tersedia pada 23 Oktober 2026.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: