Biaya Memori Melonjak, Apple Borong Persediaan Komponen hingga Rp263,75 Triliun
Kredit Foto: Ist
Apple Inc. meningkatkan persediaan komponen, terutama memori komputer, di tengah lonjakan biaya dan potensi keterbatasan pasokan yang diperkirakan berlanjut hingga tahun depan.
Mengutip TechCrunch, Selasa (3/11/2026), persediaan Apple mencapai US$14,54 miliar atau sekitar Rp263,75 triliun pada kuartal IV tahun fiskal 2026, meningkat 31,1% dibandingkan posisi kuartal sebelumnya sebesar US$11,09 miliar atau sekitar Rp201,31 triliun.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai persediaan tersebut melonjak 154,3% dari US$5,72 miliar setara dengan Rp103,81 triliun pada kuartal IV 2025.
Langkah penumpukan persediaan ini dilakukan ketika perusahaan menghadapi kenaikan harga memori yang turut membebani biaya produksi perangkatnya. Kondisi tersebut juga tercermin dalam proyeksi margin laba kotor Apple untuk kuartal Desember yang diperkirakan berada di kisaran 45% hingga 46%.
Proyeksi tersebut lebih rendah dibandingkan margin laba kotor yang berhasil dicatatkan perusahaan pada kuartal September sebesar 47,9%.
CEO Apple John Ternus mengatakan kenaikan harga memori saat ini berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Apa yang kami lihat pada harga memori saat ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Ternus dalam konferensi dengan analis setelah pengumuman laporan keuangan perusahaan.
Dia menjelaskan, kenaikan biaya memori sudah mulai dirasakan pada kuartal September dibandingkan kuartal Juni. Dampaknya sebagian masih dapat diredam melalui persediaan komponen yang telah dibeli sebelumnya dengan harga lebih rendah serta penurunan biaya pada sejumlah komponen nonmemori.
Baca Juga: Apple Raup Pendapatan US$114,48 Miliar, iPhone Jadi Penopang Utama
Namun, tekanan diperkirakan semakin besar pada kuartal Desember karena Apple memperkirakan biaya memori akan kembali meningkat.
Untuk mengantisipasi kenaikan biaya dan menjaga ketersediaan komponen, Apple meningkatkan komitmen pembelian kepada pemasok.
Ternus mengungkapkan, kewajiban pembelian manufaktur (manufacturing purchase obligations) perusahaan meningkat US$33 miliar dari posisi Juni ke September 2026.
Dia juga memperkirakan biaya memori masih akan terus meningkat setelah kuartal Desember. Sementara itu, keuntungan dari persediaan memori yang telah dibeli sebelumnya diperkirakan semakin berkurang seiring berjalannya waktu.
Selain meningkatkan pembelian komponen, Apple sebelumnya telah melakukan penyesuaian harga pada sejumlah perangkat untuk mengimbangi kenaikan biaya produksi.
Penyesuaian tersebut mencakup produk Mac dan iPad pada akhir Juni serta iPhone pada September 2026.
Chief Operating Officer Apple Sabih Khan, yang bertanggung jawab atas rantai pasok dan manufaktur perusahaan, turut memberikan penjelasan mengenai strategi pengadaan memori. Dia mengonfirmasi peningkatan kewajiban pembelian komponen, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan harga perangkat Apple pada masa mendatang.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Istihanah