Siapkan Regulasi, Airlangga Sebut Pembukaan Rekening Massal Masuk Agenda Kuartal IV 2026
Kredit Foto: Azka Elfriza
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut pemerintah masih menyiapkan aturan untuk merealisasikan program pembukaan rekening bank secara massal bagi masyarakat. Ia memastikan program tersebut masuk dalam agenda kuartal IV 2026, meski mekanisme pelaksanaannya belum diumumkan secara terperinci.
“Itu termasuk dalam program Kuartal IV. Kita lagi siapin regulasinya,” ujar Airlangga saat ditemui di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Program ini dirancang untuk memperluas akses layanan perbankan, terutama bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas yang belum mempunyai rekening. Pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa pembukaan rekening akan melibatkan dua bank pelat merah, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI).
“Rekening tersebut akan disertai saldo awal Rp50.000 yang bersumber dari anggaran pemerintah. Dana itu direncanakan menjadi saldo awal bagi penerima program, bukan biaya pembukaan rekening yang harus dibayar masyarakat,” ujar Airlangga.
Untuk menjaga saldo tersebut tidak tergerus biaya administrasi, pemerintah sebelumnya menyebut perlunya aturan khusus yang melibatkan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, ketentuan teknis dan jadwal pelaksanaan program masih menunggu penyelesaian regulasi.
Lebih dari sekadar menyediakan rekening, program ini juga dirancang untuk memperluas penggunaan transaksi digital. Pemerintah berencana menghubungkan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dengan sistem perbankan dan pembayaran, termasuk melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Baca Juga: 74 Juta Orang Belum Punya Rekening, Pemerintah Bahas Bagi-bagi Rp50 Ribu
Baca Juga: ASPI Ancam Cabut QRIS Pedagang yang Terlibat Judi Online, Rekening Bisa Diblokir
Integrasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pembayaran nontunai sekaligus mendukung penyaluran bantuan sosial (bansos) langsung ke rekening penerima. Dengan begitu, rekening tidak hanya menjadi tempat menyimpan uang, tetapi juga berpotensi menjadi sarana penerimaan berbagai program pemerintah.
Namun, Airlangga belum merinci tanggal peluncuran, mekanisme pembukaan rekening bagi setiap calon penerima, maupun tahapan penyaluran saldo awal. Karena itu, realisasi program masih bergantung pada penyelesaian aturan dan pengaturan teknis antarlembaga terkait.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra