Kredit Foto: Istimewa
Dinamika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan masalah ijazahnya kian memanas dan mulai memancing reaksi emosional dari lingkar inti terdahulu seperti Mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Ia yang biasanya tampil tenang dan irit bicara saat menghadapi kritik, kini secara mengejutkan melontarkan serangan balik yang tajam hingga mengejutkan publik.
Analis Politik, Hendri Satrio (Hensa) menyoroti pergeseran postur politik mantan presiden yang kini mulai bertransisi dari posisi bertahan (defensive) menjadi menyerang (offensive).
Baca Juga: Bukan Rahasia Lagi, Mulai Terang Akhir Roy Suryo vs Jokowi di Kasus Ijazah
Menurut Hendri, munculnya pernyataan-pernyataan keras yang menuding adanya "penumpang gelap" hingga "operasi politik" menunjukkan bahwa rentetan krisis legitimasi ijazah ini telah sukses mengusik ketenangan batin dan stabilitas politik keluarga dari Jokowi.
Hendri membeberkan bahwa mantan wali kota itu saat ini tengah berhitung dengan sangat cermat mengenai potensi kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh skandal tersebut terhadap masa depan karir putra sulungnya.
"Saya menilainya justru lebih dalam dari itu ya. Pak Jokowi mulai memperhatikan situasi, dia mulai berhitung suasana dan mulai berhitung kira-kira ke depan atmosfer politiknya seperti apa," ujar Hendri dikutip Rabu (21/10/2026).
Lebih jauh, ia membedah akar kepanikan yang melanda Jokowi. Pada awalnya, sang mantan presiden diprediksi merasa overconfident (terlalu percaya diri) bahwa isu ijazah yang sempat menyerang dirinya beberapa waktu silam akan mereda dengan sendirinya tanpa perlu pembuktian fisik. Namun, kalkulasi politik tersebut meleset total ketika isu yang sama kini bermutasi dan menghantam Gibran.
"Mungkin perhitungan beliau saat itu ijazahnya dia tidak sepanas ini, tapi kemudian mulai masuk ke arah Mas Gibran. Hal itu membuat dia merasa bahwa kenapa kemudian dia diserang. Oleh karena itu dia berusaha untuk keluar saat ini untuk memberikan hal lain gitu," tegas Hendri.
Kepanikan itu bermanifestasi pada pilihan diksi mantan presiden itu yang tidak biasa. Selama memimpin selama sepuluh tahun, dia dikenal sangat menghindari konfrontasi verbal secara langsung. Namun, desakan publik yang menuntut anaknya membuktikan keabsahan pendidikannya telah memaksanya keluar dari zona nyaman.
"Ini kan kali pertama, kemudian dia berkata bahwa ada penumpang gelap, ada operator politik, ada operasi politik dan lain-lain. Ini kan serangan baliknya Pak Jokowi. Biasanya dia enggak bicara setajam ini," tegas Hendri.
Hendri pun secara jujur mengakui keterkejutannya melihat sikap politikus senior itu yang kehilangan ketenangannya.
Baca Juga: Tutup Celah Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Didesak Lobi Koalisi Demi Segera Revisi Aturan Pemilu
"Tapi sekarang sikap yang berbeda dan saya juga kaget so artinya memang dia sudah mulai terganggu dengan kasus ini yang nampaknya juga tidak akan selesai dalam waktu dekat," tutur Hendri.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: