Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kubu Jokowi Ungkap Jaringan 'Penumpang Gelap' di Isu Ijazah Gibran: Aktornya Muncul Satu Per Satu...

Kubu Jokowi Ungkap Jaringan 'Penumpang Gelap' di Isu Ijazah Gibran: Aktornya Muncul Satu Per Satu... Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kubu Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membantah bahwa panutannya panik menyusul makin panasnya polemik terkait ijazah keduanya di Indonesia.

Ketua Umum Joman Nusantara, Andi Azwan membantah kabar bahwa mantan presiden itu kehilangan ketenangan akibat eskalasi isu dokumen pendidikan tersebut. Menurut Andi, penilaian tersebut hanyalah interpretasi sepihak yang terdistorsi dan sangat jauh dari realitas kebatinan dari Jokowi.

Baca Juga: Kubu Dokter Tifa Cium Skenario Jokowi Belokkan Perkara Ijazah: Kami Menolak Berakhir Seperti Gus Nur

"Banyak sekali ya, sekarang juga baik pengamat tapi rasanya seperti oposisi, ya, memberikan pernyataan-pernyataan menurut pandangan mereka yang menurut saya jauh sekali dengan apa yang dirasakan apapun yang dikatakan oleh Pak Jokowi ya untuk menginterpretasikannya itu," ungkap Andi, dikutip Rabu (21/10/2026).

Lebih jauh, ia membedah esensi dari pernyataan mengenai keberadaan "penumpang gelap" dan "operasi politik" yang belakangan santer digaungkan oleh Jokowi. Menurut tokoh relawan ini, peringatan dari mantan kepala negara tersebut bukanlah bentuk pertahanan diri akibat kepanikan, melainkan sebuah fakta intelijen politik yang kini bisa dilihat dengan mata telanjang oleh publik.

Andi membeberkan bahwa desakan hak angket maupun pelaporan ke pengadilan tidak digerakkan oleh entitas tunggal yang independen.

"Ya, apa yang dikatakan beliau mengenai penumpang gelap, operasi politik itu suatu hal yang nyata adanya. Banyak sekali persoalan-persoalan itu muncul satu persatu ya dengan aktor-aktor yang saling berkaitan dengan elit-elit politik ataupun partai-partai politik," jelasnya.

Jaringan penumpang gelap ini, menurutnya, bekerja dengan target operasi yang berjenjang. Polemik ijazah yang dihembuskan saat ini sejatinya hanyalah jembatan untuk mencapai tujuan yang jauh lebih besar.

"Yang saya katakan, sasaran antara itu adalah beliau dengan ijazahnya yang digoreng-goreng sudah hampir 2 tahun. Kemudian sasaran utamanya itu adalah anaknya sebagai wakil presiden yang mereka katakan adalah the lame duck atau sasaran yang paling mudah karena tidak mempunyai partai politik di parlemen seperti itu. Kemudian sasaran yang paling utama itu adalah Presiden Prabowo Subianto," terang Andi Azwan.

Baca Juga: Terungkap Penunggang Gelap Upaya Pemakzulan Gibran, Ternyata Jokowi Sendiri!

Pernyataan ini menjadi alarm bagi elemen pemerintahan bahwa polemik ijazah bukanlah sekadar sengketa administratif biasa, melainkan proxy war (perang proksi) yang aktor-aktornya berafiliasi kuat dengan elite politik tertentu. Tujuan akhir dari jejaring yang saling berkaitan ini tak lain adalah untuk menciptakan instabilitas permanen di Kabinet Merah Putih.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar