Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, membukukan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pasar pada kuartal III 2026. Lonjakan bisnis kecerdasan buatan (AI) dan pertumbuhan layanan internet satelit Starlink mendorong pendapatan perusahaan mencapai US$14,58 miliar atau meningkat 161 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan yang diumumkan pada Selasa (20/10/2026), SpaceX mencatat laba bersih sebesar US$4,4 miliar. Hasil tersebut berbalik dari kerugian sekitar US$1,05 miliar pada kuartal III 2025 dan melampaui perkiraan analis.
Pertumbuhan paling menonjol berasal dari bisnis AI yang menghasilkan pendapatan sekitar US$7,56 miliar. Nilai tersebut menyumbang lebih dari separuh total pendapatan perusahaan dan melampaui proyeksi analis sebesar US$6,47 miliar.
Bisnis AI SpaceX mencakup layanan komputasi pusat data, perangkat lunak pemrograman Cursor, serta chatbot Grok. Penyewaan kapasitas komputasi kepada perusahaan pengembang AI menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi perusahaan.
Selain AI, divisi konektivitas yang mencakup Starlink menghasilkan pendapatan sekitar US$5,25 miliar. Sementara itu, bisnis antariksa, termasuk peluncuran roket dan layanan terkait, menyumbang sekitar US$1,77 miliar.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa SpaceX semakin mengembangkan sumber pendapatannya di luar bisnis roket dan peluncuran satelit. Infrastruktur pusat data dan layanan komputasi AI kini menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan perusahaan.
Baca Juga: Elon Musk Pamer Tesla Roadster Bisa Terbang, Mobil James Bond Kalah Canggih?
Meski mencatat laba besar, SpaceX juga menghadapi kebutuhan investasi yang meningkat. Belanja modal perusahaan pada kuartal III mencapai sekitar US$19,6 miliar, hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebagian besar pengeluaran tersebut dialokasikan untuk membangun infrastruktur komputasi AI.
Besarnya investasi itu memunculkan perhatian terhadap kemampuan perusahaan mempertahankan keuntungan di tengah persaingan industri AI dan tingginya biaya pembangunan pusat data.
Kinerja kuartal III 2026 menjadi perkembangan penting bagi SpaceX karena memperlihatkan kontribusi bisnis AI terhadap pendapatan perusahaan. Namun, keberlanjutan pertumbuhan tersebut masih bergantung pada permintaan layanan komputasi, perkembangan Starlink, dan efektivitas investasi infrastruktur dalam jangka panjang.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti