Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Batavia Prosperindo AM Tetap Lirik Saham HSC, Ini Pertimbangannya

Batavia Prosperindo AM Tetap Lirik Saham HSC, Ini Pertimbangannya Kredit Foto: Merlina Aryanti
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) menegaskan tidak akan serta-merta menghindari saham yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC), yaitu saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi. Perusahaan tetap membuka peluang untuk membeli saham-saham tersebut selama memiliki fundamental bisnis yang kuat.

Direktur Batavia Prosperindo AM, Rinaldi Lukita Handaya, mengatakan kondisi fundamental perusahaan masih menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan investasi. Selain kinerja bisnis, BPAM juga memperhatikan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.

Menurut Rinaldi, masuknya suatu saham ke dalam daftar HSC bukan menjadi penentu utama keputusan investasi di Batavia Prosperindo AM. Perusahaan lebih berfokus pada prospek bisnis, kekuatan fundamental, serta kewajaran harga saham dalam jangka panjang.

“Jadi fundamental dari perusahaan tersebut yang memiliki faktor lebih tinggi dalam hal kita melakukan pemilihan saham. Buat kami, HSC atau tidak HSC itu relevansinya sebenarnya sedikit berkurang dari sisi kami ya. Jadi kami fokusnya itu lebih ke saham yang fundamentalnya bagus,” ujar Rinaldi di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, status HSC tidak otomatis menunjukkan bahwa suatu emiten memiliki masalah dalam kinerja bisnis maupun kondisi keuangannya. Karena itu, perusahaan tidak akan langsung menjual saham yang masuk dalam daftar tersebut.

Keputusan untuk membeli, mempertahankan, atau melepas saham tetap didasarkan pada hasil evaluasi terhadap fundamental masing-masing perusahaan.

Batavia Prosperindo AM juga melihat tekanan harga saham akibat sentimen pasar sebagai peluang investasi, selama kondisi fundamental perusahaan tetap terjaga. Ketika kekhawatiran pasar mereda, harga saham berpotensi kembali mendekati nilai wajarnya.

Pendekatan ini sejalan dengan strategi investasi Batavia Prosperindo AM yang mengutamakan kualitas perusahaan dan prospek jangka panjang, alih-alih hanya mengikuti sentimen pasar dalam jangka pendek.

Baca Juga: Bidik Pasar Dana Pensiun, Batavia Prosperindo AM Incar 3 Klien Institusi Baru

Baca Juga: Pasar Modal Bergejolak, Batavia Pede AUM Tembus Rp60 Triliun

Baca Juga: OJK Sahkan Pembentukan DPLK Batavia Prosperindo Aset Manajemen

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memasukkan lebih dari 80 saham ke dalam daftar HSC sejak daftar tersebut pertama kali dipublikasikan pada April 2026.

Sejumlah emiten berkapitalisasi pasar besar juga masuk dalam daftar tersebut, di antaranya PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Daftar HSC menjadi salah satu informasi yang dapat digunakan investor untuk memahami tingkat konsentrasi kepemilikan saham suatu perusahaan. Namun, status tersebut tidak serta-merta menandakan bahwa fundamental perusahaan bermasalah.

Batavia Prosperindo pun menegaskan akan tetap mengandalkan analisis fundamental dalam mengelola investasi, termasuk saat menghadapi saham-saham yang menjadi sorotan pasar akibat tingginya konsentrasi kepemilikan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan