Prabowo Tegaskan Dirinya Penerus Arah Politik Jokowi: Saya Berusaha untuk Merangkul Semua Kekuatan
Kredit Foto: BPMI
2 Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali mempertegas arah dan kompas politik pemerintahannya di ranah domestik. Alih-alih menerapkan sistem politik konfrontatif atau menyingkirkan para rival, ia secara terbuka menyatakan bahwa dirinya memegang teguh warisan garis politik pendahulunya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Prabowo membeberkan alasan filosofis mengapa pemerintahannya sangat menghindari friksi politik di dalam negeri dan lebih memilih pendekatan rekonsiliasi yang merangkul banyak pihak. Menurutnya, ego sektoral dan kepentingan partai politik harus dilebur ketika berhadapan dengan urusan kelangsungan hidup negara.
Baca Juga: PHK di Jabar Masih Tinggi Meski Investasi Melonjak Tajam, Ini Pengakuan Dedi Mulyadi
"Demikian juga dalam garis politik saya dalam negeri. Saya mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan kelompok," kata Prabowo dikutip Kamis (22/10/2026).
Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu menyadari bahwa turbulensi geopolitik dan geoekonomi yang melanda dunia saat ini tidak bisa dihadapi oleh pemerintahan yang terbelah.
Oleh karena itu, ia mengadopsi penuh taktik rekonsiliasi yang pernah diterapkan pendahulunya kepadanya usai Pemilihan Presiden 2019. Pengalaman masuk ke dalam lingkaran kekuasaan sebagai menteri telah memberikannya perspektif baru tentang pentingnya persatuan elite.
"Dari sejak awal, bahkan sebelum saya resmi dilantik sebagai presiden, saya masih jadi Menteri Pertahanan dalam kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo," papar dari Prabowo.
Ia membeberkan bahwa konstelasi global yang serba tidak pasti menuntut adanya konsolidasi total dari seluruh elemen bangsa. Intervensi kebijakan ekonomi tidak akan pernah berjalan efektif jika tidak ditopang oleh fondasi politik yang solid di parlemen maupun di akar rumput.
"Karena itu, saya berusaha untuk merangkul semua kekuatan. Karena kesadaran saya, bahwa kondisi global sekarang penuh kerawanan. Karena kesadaran saya melalui pengalaman saya yang cukup lama di bidang keamanan, di bidang politik, di mana politik dan ekonomi tidak bisa dipisahkan," ujar Presiden Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Tantang Rencana Downgrade MSCI: Indonesia Tidak Takut Siapapun dan Tidak Akan Gentar
Bagi Prabowo, tidak ada harga yang terlalu mahal untuk sebuah persatuan nasional. Ia meyakini bahwa dengan merangkul seluruh entitas politik yang ada, pemerintah akan memiliki energi yang utuh dan tidak mudah terdistraksi dalam merumuskan kebijakan-kebijakan penyelamatan ekonomi bagi masa depan bangsa dari Indonesia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: