- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Isu Kenaikan Harga BBM Subsidi Tahun 2027 Bikin Resah, Bahlil Akhirnya Buka Suara!
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Pemerintah menghadapi tekanan anggaran seiring kenaikan harga minyak mentah dunia yang berpotensi meningkatkan kebutuhan subsidi energi. Meski demikian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan naik hingga akhir 2026.
Bahlil mengungkapkan, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) kini berada di kisaran US$92 per barel. Angka tersebut jauh di atas asumsi harga minyak dalam APBN yang ditetapkan sekitar US$70 per barel.
Kondisi ini membuat pemerintah harus menghitung potensi tambahan anggaran subsidi apabila harga minyak terus meningkat. Namun, komitmen mempertahankan harga BBM bersubsidi untuk 2027 belum dipastikan.
"Yang sekarang kita lagi memperhitungkan adalah harga ICP global yang naik terus. Karena begitu harga ICP global naik terus, kemungkinan besar akan menambah top up subsidi, tetapi pemerintah berkomitmen untuk tidak ada kenaikan BBM subsidi, tidak ada kenaikan," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: Konsumsi BBM Naik 9,1%, INDEF GTI Desak Percepatan Insentif Mobil Listrik
Pernyataan itu disampaikan setelah Sidang Kabinet Paripurna yang membahas evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Di tengah kenaikan harga minyak dunia, pemerintah juga membahas langkah memperkuat ketahanan energi. Sementara itu, kebijakan harga BBM bersubsidi pada 2027 masih menjadi perhatian karena dampak kenaikan harga minyak terhadap anggaran negara perlu diperhitungkan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: