Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski ICP Tembus US$92 per Barel

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski ICP Tembus US$92 per Barel Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meski harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) terus mengalami kenaikan.

Pada September 2026, harga ICP melonjak 26,14% secara bulanan menjadi US$112,81 per barel. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya risiko gangguan pasokan minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

Sementara pada Agustus 2026, ICP masih berada di level US$89,43 per barel. Artinya, harga minyak mentah Indonesia naik US$23,38 per barel hanya dalam sebulan.

"Padahal di dalam APBN itu sekitar US$70 dolar. Kita targetkan kalau begini terus mungkin di bawah US$100 per barel. Jadi relatif oke untuk BBM subsidi tidak ada kenaikan," ujar Bahlil di Istana, dikutip di Jakarta, Kamis (22/10/202).

Bahlil mengatakan, kenaikan harga ICP berpotensi menambah kebutuhan anggaran pemerintah untuk subsidi energi. Pasalnya, asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada di level US$70 per barel, sedangkan rata-rata ICP saat ini telah mencapai US$92 per barel.

Baca Juga: Isu Kenaikan Harga BBM Subsidi Tahun 2027 Bikin Resah, Bahlil Akhirnya Buka Suara!

Baca Juga: Di Balik Antrean BBM Subsidi, Muncul Dugaan Cara Baru Menekan Konsumsi Pertalite

“Yang sekarang kita lagi perhitungkan adalah harga ICP global yang naik terus. Karena begitu harga ICP global naik terus, itu kemungkinan besar akan menambah top up subsidi. Tetapi pemerintah berkomitmen tidak ada kenaikan BBM subsidi. Tidak ada kenaikan,” ujar Bahlil.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra