Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

New Asia Forum di Bali Bidik Investasi Rp540 Triliun, Danantara Incar Separuhnya

New Asia Forum di Bali Bidik Investasi Rp540 Triliun, Danantara Incar Separuhnya Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengaku optimistis gelaran New Asia Forum (NAF) yang akan digelar di Bali pada 3-4 Desember 2026, bisa menggulirkan investasi hingga US$30 miliar atau setara Rp540 triliun (kurs Rp18.000 per dolar AS). Dari jumlah tersebut, Danantara membidik sekitar separuhnya setidaknya bisa ditarik oleh Indonesia. 

Managing Director Global Relations & Communications Danantara, Pahala Mansury mengatakan, kontribusi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kawasan Asia Tenggara saat ini sudah di atas 25%. Oleh karenanya, Pahala menilai pemasukan investasi sekitar US$30 miliar hanya untuk Indonesia sendiri masih sangat memungkinkan.

"Jadi kita berharap bahwa kita dari total tersebut, US$30 miliar, sebetulnya kita optimis bahkan jumlah tersebut untuk masuk ke Indonesia juga masih memungkinkan. Jadi kita is actually optimistic US$30 miliar itu untuk masuk ke Indonesia itu adalah jumlah yang bukannya impossible for us to be able to actually achieve it," ujar Pahala di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Setidaknya, kata Pahala, Indonesia bisa meraup pemasukan sekitar 40-50% dari angka tersebut. Sehingga, ia sangat optimistis Indonesia mampu mengantongi penyaluran investasi dari gelaran NAF di kisaran US$12-15 miliar.

"Kalau lihat daripada angka-angka yang ada sih kita optimis sebetulnya buat Indonesia pun bukan sesuatu hal yang impossible to achieve US$30 billion. Tapi kita berharap ya kalau liat dari angka-angka pertumbuhan, mungkin 40-50 persennya akan ke Indonesia lah," ungkap Pahala. 

Optimisme ini muncul lantaran New Asia Forum bakal banyak diikuti oleh para pengusaha maupun mitra Danantara dari berbagai negara. Termasuk asosiasi pengusaha dalam negeri, seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Baca Juga: IHSG Tertekan, Danantara Borong Saham BUMN yang Menarik

Baca Juga: Terlalu Beratkan Danantara, Prabowo Setujui Rencana Ubah Definisi Korupsi di Indonesia

Baca Juga: IHSG Bangkit 1,7% ke Level 5.419 Usai Prabowo Tantang MSCI

"Tujuannya kita sebetulnya kan bikin event ini sama seperti yang kita lakukan juga adalah bagaimana we are going to be able to crowd in investment into Indonesia. Jadi kita juga mendorong para pihak swasta, anggota Kadin, anggota Apindo, pengusaha besar untuk bisa memanfaatkan forum ini juga," jelas Pahala. 

Selain itu, Danantara juga berencana mensosialisasikan kegiatan ini kepada para pengusaha yang tergabung dalam kamar dagang tingkat regional di Asia Tenggara pada Jumat (23/10/2026).  

"Silakan kita berharap bahwa mereka pun juga bisa memanfaatkan platform ini untuk bisa menyampaikan bankable project mereka itu seperti apa. Dari Vietnam, dari Philippines, dari Thailand, dari Malaysia, dan juga dari negara-negara lainnya," pungkas Pahala.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan