Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengamat: Presiden Sudah Menunjukkan Bahwa Dia Adalah Prabowo, Bukan Penerus Jokowi

Pengamat: Presiden Sudah Menunjukkan Bahwa Dia Adalah Prabowo, Bukan Penerus Jokowi Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bukti paling otentik dari independensi seorang kepala negara tidak terletak pada retorika pidato politiknya, melainkan pada bagaimana ia mendistribusikan kekayaan negara melalui instrumen fiskal. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam hal ini dinilai telah berhasil membongkar stigma yang menyebut dirinya hanya akan menjadi bayang-bayang dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Dikutip Kamis (22/10/2026) Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya menyoroti postur dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Instrument itu menurutnya adalah parameter utama untuk mengukur sejauh mana pengaruh masa lalu mendikte pemerintahan saat ini.

Baca Juga: PDIP Heran Senayan Hening Soal Polemik Ijazah Gibran: Dulu Bersumpah Kepada Tuhan, Bukan Manusia

Dari hasil pembacaan terhadap alokasi kas negara, ia menyimpulkan bahwa arah kebijakan presiden saat ini telah berbelok tajam dari jalur yang sebelumnya dirintis oleh pendahulunya, sekaligus mengukuhkan identitasnya sendiri sebagai pemegang mandat tertinggi.

Menurut Yunarto, dokumen anggaran tahun anggaran 2025 dan 2026 adalah manifestasi nyata dari agenda pribadi milik Prabowo.

Postur fiskal tersebut sangat kental diwarnai oleh program-program prioritas yang berorientasi pada ketahanan pangan, kemandirian energi, penguatan sektor pertahanan serta program populis makan bergizi gratis, yang secara proporsi anggaran mulai menggeser dominasi pembangunan infrastruktur sipil ala Jokowi.

"Dan kita bisa lihat, yang enggak bisa kita bantah, dari anggaran prioritas, Mas, apa yang jadi skala prioritas dari APBN 2025, 2026. Dia menunjukkan bahwa saya adalah Prabowo. Saya bukan penerus Jokowi," kata Yunarto.

Pergeseran titik berat pada anggaran ini membuktikan bahwa sang presiden bukanlah seorang eksekutor pasif yang sekadar meneruskan proyek-proyek warisan. Ia secara sadar merestrukturisasi belanja negara agar selaras dengan literatur pemikirannya yang telah ia bangun selama puluhan tahun, jauh sebelum ia berkoalisi dengan kubu pemerintahan sebelumnya.

Kemandirian fiskal yang ditunjukkan oleh pemerintahan ini sekaligus mengirimkan pesan politik yang kuat kepada para elite dan oligarki.

Baca Juga: Prabowo dan Jokowi Punya Imajinasi Yang Sangat Berbeda Soal Indonesia, Kata Pengamat

Prabowo menolak untuk disandera oleh narasi keberlanjutan yang membatasi ruang geraknya. Dengan merombak skala prioritas anggaran bernilai ribuan triliun rupiah, ia menegaskan otoritasnya di hadapan publik dan memastikan bahwa sejarah akan mencatat pemerintahannya atas namanya sendiri, bukan sebagai perpanjangan tangan atau proksi dari Jokowi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar