Penyaluran Kredit Baru Kuartal IV Diperkirakan Meningkat, Didominasi Keperluan Konsumsi
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Survei Perbankan menunjukkan penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 91,31%, lebih tinggi dibandingkan dengan SBT 90,08% pada triwulan III 2026. Penyaluran kredit baru tersebut juga lebih tinggi dibandingkan dengan SBT 88,92% pada triwulan IV 2025.
"Adapun prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan masih sama dengan periode sebelumnya, yaitu Kredit Modal Kerja, diikuti Kredit Investasi dan Kredit Konsumsi," ujar Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Kamis (22/10/2026).
Pada jenis Kredit Konsumsi, penyaluran Kredit Multiguna diprakirakan menjadi prioritas utama, diikuti KPR/KPA dan Kredit Kendaraan Bermotor. Berdasarkan sektor, penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2026 diprakirakan terbesar pada sektor Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Perantara Keuangan.
Lebih lanjut, responden memprakirakan outstanding kredit hingga akhir 2026 tumbuh sebesar 8,20% secara tahunan (year-on-year/yoy). Prakiraan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya sebesar 7,51% (yoy).
Meskipun demikian, prakiraan pertumbuhan outstanding kredit pada 2026 tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan kredit pada 2025 sebesar 9,69% (yoy).
Secara kumulatif (year-to-date/ytd), penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga triwulan IV 2026 juga diprakirakan tetap tumbuh. Hal ini tecermin dari nilai SBT sebesar 89,76%, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 87,52%, meskipun masih lebih rendah dibandingkan dengan triwulan IV 2025 sebesar 93,97%.
Baca Juga: Presiden Prabowo Minta Bunga Kredit Perempuan Prasejahtera Turun Jadi 8% Flat
Baca Juga: Potensi Kredit Masih Besar, Rp2.562 Triliun Pinjaman Perbankan Belum Dimanfaatkan Debitur
Berdasarkan jenisnya, instrumen tabungan dan giro pada triwulan IV 2026 diprakirakan tumbuh lebih tinggi, dengan nilai SBT masing-masing sebesar 90,29% dan 89,64%. Kedua angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan SBT pada triwulan III 2026. Sementara itu, instrumen deposito diprakirakan tumbuh lebih rendah dibandingkan dengan triwulan III 2026, dengan nilai SBT sebesar 28,74%.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: