Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bos BRMS Borong 5,5 Juta Saham, Siap Berbalik Untung?

Bos BRMS Borong 5,5 Juta Saham, Siap Berbalik Untung? Kredit Foto: PTPP
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Agus Projosasmito, memborong sebanyak 5,5 juta lembar saham perseroan pada perdagangan Kamis (22/10/2026).

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, Agus melakukan pembelian dalam dua transaksi dengan harga berbeda, yakni sebanyak 2,2 juta saham pada harga Rp446 per saham dan 3,3 juta saham pada harga Rp448 per saham.

Dengan demikian, total dana yang dikeluarkan Agus untuk memborong saham BRMS mencapai sekitar Rp2,46 miliar.

Aksi pembelian tersebut menambah deretan transaksi saham BRMS yang dilakukan jajaran manajemen perusahaan dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam 18 bulan terakhir, sebanyak enam dari delapan anggota direksi BRMS, termasuk Agus Projosasmito, tercatat telah membeli hampir 13 juta lembar saham perseroan.

Direktur & Chief Investor Relations Officer BRMS, Herwin Wahyu Hidayat menyatakan aksi pembelian saham oleh para direksi tersebut mencerminkan keyakinan terhadap prospek pertumbuhan dan perbaikan kinerja BRMS ke depan.

"Optimisme itu sejalan dengan perkembangan operasional tambang emas perseroan di Palu, Sulawesi Tengah," kata dia.

Sebelumnya, BRMS mengumumkan telah menyelesaikan kegiatan pushback atau pengupasan dan perluasan area penambangan pada tambang emas terbukanya di Palu pada akhir Juli 2026.

Dengan rampungnya kegiatan tersebut, perusahaan mulai menambang bijih dengan kadar emas lebih tinggi sejak akhir Juli 2026.

Peningkatan kadar emas dari aktivitas penambangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap volume produksi dan pendapatan perusahaan pada semester kedua tahun ini.

BRMS pun memberikan sinyal optimistis menjelang publikasi laporan keuangan dan kinerja produksi kuartal III-2026 yang dijadwalkan terbit pekan depan.

Perseroan berharap dapat mencatatkan peningkatan produksi serta pertumbuhan pendapatan yang cukup signifikan dibandingkan kuartal II-2026.

Tidak hanya itu, BRMS juga membidik pembalikan kinerja keuangan dengan mencatatkan laba bersih pada kuartal III-2026, setelah sebelumnya membukukan rugi bersih pada kuartal II-2026.

Di sisi lain, perusahaan terus mempercepat pengembangan proyek tambang emas bawah tanah di Palu sebagai salah satu penopang pertumbuhan produksi dalam jangka menengah.

Baca Juga: Putra Mahkota Bakrie Serok Ratusan Juta Saham Bumi Resources (BRMS)

Baca Juga: Selisih Harga Saham BYAN Tembus 77%, Bayan Resources Buka Suara ke BEI

Baca Juga: Fluktuasi di Bursa, BRI Siap Buyback Saham Rp1 Triliun

BRMS menargetkan kegiatan penambangan bijih berkadar emas tinggi, yakni di atas 3,2 gram per ton, dari tambang bawah tanah tersebut dapat dimulai pada pertengahan 2027.

Selain pengembangan tambang bawah tanah, perseroan juga tengah meningkatkan kapasitas salah satu pabrik pengolahan emasnya dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari.

Peningkatan kapasitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027, sehingga diharapkan dapat mendukung kenaikan volume produksi emas perseroan.

Dengan sejumlah perkembangan operasional tersebut, BRMS optimistis dapat mempertahankan tren peningkatan produksi emas sekaligus memperbaiki kinerja keuangannya pada semester II-2026 hingga 2028.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan