Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pensiunan TNI: Prabowo Jadi Menhan Itu Tanda Jokowi Membuat Tabungan Politik

Pensiunan TNI: Prabowo Jadi Menhan Itu Tanda Jokowi Membuat Tabungan Politik Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo kembali mengungkap analisisnya mengenai langkah politik Joko Widodo setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Salah satu yang disorot Gatot adalah keputusan Jokowi mengangkat Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.

Bagi Gatot, keputusan tersebut bukan sekadar penempatan seorang tokoh di kabinet. Ia menyebut posisi Prabowo sebagai Menhan ketika pemerintahan Jokowi masih berjalan sebagai salah satu “tanda” bahwa Jokowi telah mempersiapkan sejumlah tabungan politik.

“Maka saya melihat itu ketika Pak Prabowo diangkat sebagai Menteri Pertahanan, itu sudah tanda. Ya tanda, saya akan gunakan Pak Jokowi membuat tabungan-tabungan politik,” ucap dia.

Baca Juga: Gibran Masuk 4 Besar Bursa Capres, Pengamat: Gak Aneh Kalau Ada yang Serang

Gatot menilai Jokowi sejak periode kedua telah memperhitungkan arah politik setelah masa kepresidenannya berakhir. Ia menyebut orang-orang di sekitar Jokowi memahami politik dan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga pengaruh.

Menurut Gatot, jaringan yang dibangun tersebut tidak hanya berbentuk hubungan dengan individu tertentu. Ia juga menyinggung perubahan aturan terkait pemilihan presiden hingga posisi kepala desa yang dinilainya dapat memperkuat jaringan politik sampai ke tingkat paling bawah.

“Lihat saja ketika aturan tentang Pilpres berubah, sehingga harus ada Plt. Jokowi lah yang memberi nyaman kepala-kepala Desa, pimpinan akar rumput paling bawah. Ini kan tabungan," lanjutnya.

Selain jaringan di tingkat akar rumput, Gatot menyebut Jokowi juga telah mempersiapkan sejumlah menteri yang dianggap memiliki loyalitas kepadanya. Menurut Gatot, mereka dapat kembali memainkan peran dalam kehidupan politik setelah masa pemerintahan berakhir.

Baca Juga: Bertubi-tubi Masalah, Prabowo Pamer Prestasi Indonesia: Kita Urutan Ketujuh Dunia

“Kemudian sudah mempersiapkan juga menteri-menteri mana yang benar-benar loyal kepada Jokowi yang akan dimasukkan lagi pada perhidupan yang akan datang" ungkapnya.

Gatot sebelumnya juga menilai Jokowi sempat mempersiapkan arah politik menuju masa jabatan presiden tiga periode. Namun, ketika rencana tersebut tidak terealisasi, menurut Gatot, muncul rencana cadangan melalui Gibran.

“Begitu gagal masuk, itu apa yang cadangan dibuka lagi kan, dengan Gibran,” ujarnya.

Ia kemudian menggambarkan jaringan tersebut sebagai sesuatu yang lebih besar daripada sekadar kumpulan orang. Menurutnya, individu yang berada dalam jaringan itu dapat memiliki tugas tertentu setelah tidak lagi berada di pemerintahan.

“Begitu mau berangkat, pasti tugaskan, tugasmu itu ini loh. Gibran 2 tahun lagi, atau bagaimana tugasnya itu, gak terlihat tapi kabutasi itu pasti ada. Bukan sekedar orang, tapi jaringan itu Presiden Prabowo pada tahun-tahun pertama sudah disibukkan oleh itu," sebut Gatot.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri