Kelola Risiko Sosial Proyek Energi, PLN Perkuat Keberlanjutan Investasi Infrastruktur
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan investasi infrastruktur ketenagalistrikan melalui penerapan pengelolaan risiko lingkungan dan sosial.
Komitmen tersebut mengantarkan PLN UIP JBT meraih Juara 1 dalam kompetisi Environmental and Social Management System (ESMS) Awards 2026 di lingkungan PLN Group.
Penghargaan tersebut diraih melalui program pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender (Gender-Based Violence/GBV) pada proyek PLTA Upper Cisokan Pumped Storage (UCPS) di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur energi tidak hanya membutuhkan kesiapan teknis dan pendanaan, tetapi juga tata kelola sosial yang memadai. Pengelolaan risiko sosial menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan dengan masyarakat, mendukung kelancaran pelaksanaan proyek, serta memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Penerapan sistem pengelolaan lingkungan dan sosial yang terintegrasi dapat membantu perusahaan mengidentifikasi potensi risiko sejak dini. Pendekatan tersebut juga berperan dalam membangun kepercayaan masyarakat dan memperkuat penerimaan sosial terhadap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menerapkan prinsip keberlanjutan dalam setiap tahapan pembangunan infrastruktur energi.
“Bagi PLN, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari penyelesaian proyek dan keandalan infrastruktur yang dihasilkan, tetapi juga dari bagaimana kita memastikan keselamatan, perlindungan, dan penghormatan terhadap hak-hak pekerja serta masyarakat di sekitar proyek. Program pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender ini merupakan wujud komitmen PLN UIP JBT untuk menghadirkan lingkungan kerja dan ruang sosial yang aman, bermartabat, dan inklusif,” ujar Kishartanto, Jumat (23/10/2026)
Program pencegahan dan penanganan GBV di PLTA Upper Cisokan dikembangkan sebagai respons terhadap potensi risiko sosial yang muncul akibat mobilisasi tenaga kerja dan meningkatnya interaksi antara lingkungan proyek dengan masyarakat sekitar.
Implementasinya terintegrasi dalam Environmental and Social Management System (ESMS), mulai dari identifikasi risiko, pencegahan, edukasi, penyediaan mekanisme pengaduan, hingga penanganan kasus dengan mengutamakan perlindungan penyintas.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola proyek yang bertanggung jawab. Dalam pembangunan infrastruktur berskala besar, pengelolaan aspek sosial tidak hanya berkaitan dengan perlindungan masyarakat dan pekerja, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan pembangunan yang aman dan kondusif.
PLN UIP JBT menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Katolik Parahyangan (LPPM UNPAR) sebagai konsultan GBV serta Sapa Institut sebagai penyedia layanan penanganan GBV.
Baca Juga: Dari Maggot hingga Kerajinan, PLN UIP JBB Dukung Warga Gandul Olah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi
Kolaborasi tersebut memperkuat kapasitas proyek dalam membangun sistem pencegahan dan penanganan yang terstruktur sekaligus memperluas edukasi kepada pekerja dan masyarakat terdampak.
Hingga 2026, sebanyak 1.811 pekerja telah mengikuti pelatihan GBV dari total 1.827 pekerja, atau mencapai sekitar 99 persen. Seluruh pekerja yang tercatat dalam program tersebut juga telah menandatangani kode etik sebagai bentuk komitmen terhadap pencegahan kekerasan berbasis gender di lingkungan proyek.
"Capaian ini memperlihatkan luasnya jangkauan program dalam membangun kesadaran pekerja terhadap pentingnya keselamatan, penghormatan terhadap hak individu, dan perilaku profesional di lingkungan kerja,"ujarnya
Upaya pengelolaan risiko sosial turut menjangkau masyarakat di 11 desa terdampak pembangunan PLTA Upper Cisokan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: