Kelola Risiko Sosial Proyek Energi, PLN Perkuat Keberlanjutan Investasi Infrastruktur
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Sebanyak 330 warga di Kabupaten Cianjur dan 1.083 warga di Kabupaten Bandung Barat telah mendapatkan pelatihan serta peningkatan kapasitas terkait pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender.
"Pada 2026, program tersebut juga diperluas kepada generasi muda dan tenaga pendidik melalui kegiatan sosialisasi serta pelatihan,"katanya
Untuk meningkatkan akses terhadap informasi, PLN UIP JBT menyediakan berbagai media edukasi, antara lain konten digital, buku saku, leaflet, baliho, poster, dan papan informasi di sekitar wilayah proyek. Penyebaran informasi mempertimbangkan pemetaan wilayah rawan serta kebutuhan kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak perempuan.
PLN UIP JBT juga memastikan tersedianya mekanisme pengaduan melalui layanan konsultasi GBV. Layanan tersebut mengedepankan prinsip kerahasiaan, keamanan, serta penghormatan terhadap pilihan penyintas, dengan penanganan dan tindak lanjut yang melibatkan pihak terkait sesuai kebutuhan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan infrastruktur berjalan dengan memperhatikan kondisi sosial masyarakat. Keterlibatan warga dan tersedianya mekanisme penanganan pengaduan juga dapat membantu memperkuat komunikasi antara pengelola proyek dan pemangku kepentingan di wilayah terdampak.
Selain perlindungan sosial, PLN UIP JBT mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan kewirausahaan dan pengelolaan keuangan keluarga bagi masyarakat di sekitar proyek.
Hingga 2026, sebanyak 549 peserta telah mengikuti pelatihan tersebut. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi perempuan sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat di wilayah terdampak pembangunan.
Peningkatan keterampilan kewirausahaan dan literasi keuangan berpotensi membantu masyarakat mengembangkan usaha, mengelola pendapatan rumah tangga, serta memperkuat kemandirian finansial.
Penguatan kapasitas ekonomi masyarakat juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pembangunan infrastruktur jangka panjang. Dengan demikian, manfaat proyek tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas ketenagalistrikan, tetapi juga mencakup upaya memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengembangkan aktivitas ekonomi.
Meski demikian, dampak ekonomi jangka panjang program pemberdayaan tersebut tetap memerlukan evaluasi berdasarkan keberlanjutan usaha peserta, perkembangan pendapatan, dan kemampuan masyarakat menerapkan keterampilan yang telah diperoleh.
Kishartanto menegaskan bahwa penerapan ESMS harus menjadi bagian dari budaya kerja dan tata kelola proyek, bukan sekadar pemenuhan persyaratan administratif.
Baca Juga: Pasok Listrik Industri Purwakarta, PLN Operasikan Gardu Induk 150 KV KTT Indorama
Menurutnya, pengelolaan risiko sosial yang baik dapat memperkuat kepercayaan masyarakat, membangun hubungan harmonis dengan pemangku kepentingan, serta mendukung keberlangsungan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
Melalui raihan Juara 1 ESMS Awards 2026, PLN UIP JBT mempertegas upaya mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
Penerapan prinsip tersebut diharapkan mendukung pembangunan proyek yang lebih bertanggung jawab, memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan, serta membuka ruang bagi terciptanya manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar proyek.
“Penghargaan ini merupakan hasil dari komitmen bersama dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari tim proyek, kontraktor, tenaga ahli, lembaga penyedia layanan, hingga masyarakat di sekitar PLTA Upper Cisokan. Kami akan terus memperkuat implementasi ESMS agar setiap proyek PLN tidak hanya menghadirkan manfaat bagi sistem kelistrikan nasional, tetapi juga memberikan rasa aman dan nilai tambah bagi masyarakat,” pungkasnya
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: