Pemanfaatan AI Meningkat, Synology Soroti Empat Tantangan Perusahaan Indonesia
Kredit Foto: Istimewa
Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di dunia bisnis menuntut perusahaan menyiapkan infrastruktur yang mampu mengelola pertumbuhan data, menjaga keamanan informasi, dan mendukung produktivitas. Kesiapan tersebut menjadi perhatian Synology dalam menghadapi transformasi AI di Indonesia.
Dalam acara Synology Press Event 2026 di Four Seasons Jakarta pada 13 Oktober 2026, Synology memaparkan tantangan transformasi AI sekaligus memperkenalkan pengembangan solusi penyimpanan data, perlindungan siber, produktivitas berbasis AI, dan sistem pengawasan cerdas.
Indonesia Country Manager Synology, Clara Hsu, mengatakan penggunaan AI semakin meluas dalam operasional bisnis, termasuk untuk pengelolaan data dan kolaborasi tim.
“Namun, penerapan AI perlu didukung infrastruktur yang mampu mengimbangi pertumbuhan data, sistem perlindungan yang andal, serta teknologi yang benar-benar membantu meningkatkan produktivitas perusahaan,” ujar Clara.
Pertumbuhan Data Membutuhkan Infrastruktur yang Efisien
Pertumbuhan data akibat penggunaan AI membuat kebutuhan penyimpanan perusahaan semakin kompleks. Berdasarkan survei Synology, hampir 88 persen responden di Indonesia mengkhawatirkan inefisiensi penyimpanan akibat peningkatan volume data AI dan duplikasi data.
Menurut Synology, perusahaan tidak cukup hanya menambah kapasitas penyimpanan. Infrastruktur juga perlu menjaga performa, mengoptimalkan penggunaan kapasitas, dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan bisnis.
Untuk kebutuhan enterprise, Synology memperkenalkan PAS7700, solusi penyimpanan berbasis NVMe yang dirancang untuk menangani beban kerja kritikal. Perusahaan juga mengembangkan solusi penyimpanan dalam seri FS dan RS untuk mendukung kebutuhan berperforma tinggi maupun operasional bisnis secara umum.
Synology turut mengembangkan fitur Synology Tiering dan reduksi data pada sistem operasi DSM 7.4. Fitur tersebut membantu mengatur penempatan data berdasarkan pola akses serta mengurangi duplikasi yang tidak diperlukan.
Sales Manager Synology, Joshua Nathanael, mengatakan pengembangan tersebut ditujukan untuk membantu perusahaan menjaga performa sekaligus meningkatkan efisiensi penyimpanan.
Synology juga tengah mengembangkan teknologi scale-out storage agar perusahaan dapat meningkatkan kapasitas dan performa penyimpanan secara lebih fleksibel.
Backup dan Pemulihan Data Jadi Perhatian
Ancaman ransomware menjadi tantangan lain dalam menjaga keberlangsungan operasional. Survei Synology menunjukkan hanya sekitar dua dari 10 perusahaan di Indonesia yang sangat yakin dapat memulihkan operasional dengan cepat setelah serangan ransomware, sekaligus memastikan data backup tetap terlindungi dari perubahan, enkripsi, atau penghapusan.
Temuan ini menunjukkan bahwa penyediaan backup perlu disertai strategi pemulihan yang dapat diandalkan. Perusahaan perlu menyimpan beberapa salinan data di lokasi berbeda, melindungi salinan agar tidak dapat diubah, serta menguji pemulihan secara berkala.
Synology mengembangkan ActiveProtect sebagai perangkat backup khusus untuk memusatkan perlindungan data dan memisahkan infrastruktur pemulihan dari sistem produksi utama.
Platform ini mendukung pengelolaan backup terpusat, perlindungan immutable backup, dan isolasi data. ActiveProtect Manager 2.0 juga memperluas kompatibilitas dengan lingkungan virtualisasi enterprise, termasuk Nutanix AHV dan Proxmox VE, serta mendukung pemulihan di lingkungan lokal maupun cloud.
Selain itu, Synology memperluas lini ActiveProtect melalui DP5200, perangkat backup berukuran 1U yang ditujukan bagi perusahaan dengan infrastruktur tersebar di kantor pusat, cabang, dan berbagai lokasi operasional.
“Memiliki backup saja belum cukup. Perusahaan harus memastikan data backup tetap aman dan benar-benar dapat dipulihkan saat terjadi serangan,” jelas Joshua.
AI untuk Produktivitas dengan Kendali Data
AI juga membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan administratif dan kolaborasi. Teknologi ini dapat membantu penyusunan dokumen, pembuatan presentasi, penerjemahan materi, pencarian informasi, hingga pengolahan spreadsheet.
Namun, survei Synology menemukan lebih dari 80 persen perusahaan di Indonesia masih menghabiskan setidaknya dua jam setiap minggu untuk menyusun, memformat, atau menerjemahkan dokumen tanpa bantuan AI.
Di sisi lain, penggunaan AI menimbulkan perhatian terhadap keamanan informasi, terutama terkait lokasi pemrosesan dan kendali perusahaan atas data sensitif.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Synology mengembangkan kemampuan AI dalam ekosistem produktivitas dan kolaborasi berbasis on-premises. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan memanfaatkan AI sembari mempertahankan kendali atas data bisnis.
Melalui Synology Office Suite, AI dapat membantu penyuntingan dokumen, pembuatan konten presentasi, dan pencarian formula spreadsheet. Synology ChatPlus dan Meet turut mendukung komunikasi serta kolaborasi tim dalam satu ekosistem.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mempertahankan kebijakan akses dan tata kelola informasi sesuai kebutuhan internal.
Pengawasan Cerdas untuk Mempercepat Investigasi
Pemanfaatan AI juga merambah pengawasan fisik di toko, pabrik, kampus, gudang, dan gedung perkantoran. Banyaknya rekaman video yang dihasilkan setiap hari dapat menyulitkan tim keamanan ketika harus mencari kejadian tertentu atau melakukan investigasi.
Synology mengembangkan sistem pengawasan berbasis AI melalui DVA7400. Teknologi deteksi dan pencarian video cerdas ini membantu tim keamanan menemukan rekaman yang relevan tanpa harus meninjau seluruh video secara manual.
Dengan demikian, rekaman pengawasan dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai arsip, tetapi juga sebagai sumber informasi untuk mempercepat investigasi dan penanganan insiden.
Synology juga memperkenalkan pengembangan teknologi hybrid surveillance, yang menggabungkan sistem on-premises dan cloud. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas penerapan sesuai skala serta kebutuhan pengawasan perusahaan.
Membangun Ketahanan Bisnis di Era AI
Synology menilai keberhasilan transformasi AI tidak hanya ditentukan oleh luasnya penggunaan teknologi, tetapi juga kesiapan infrastruktur yang mendukungnya.
Perusahaan membutuhkan sistem penyimpanan yang dapat berkembang mengikuti kebutuhan, strategi backup yang andal, solusi produktivitas yang menjaga kendali atas data, serta teknologi pengawasan yang membantu meningkatkan efisiensi operasional.
“Ketahanan bisnis bukan hanya tentang mencegah gangguan, tetapi juga memastikan perusahaan dapat terus beroperasi, beradaptasi, dan berkembang menghadapi perubahan,” ujar Clara.
Melalui pengembangan solusi penyimpanan data, ActiveProtect, produktivitas berbasis AI, dan sistem pengawasan cerdas, Synology berupaya mendukung perusahaan membangun infrastruktur yang lebih tangguh dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: