Hadirkan Enam Sektor Industri Halal, Indonesia Muslim Travel Fair 2027 Angkat Ekosistem Wisata Muslim Modern
Kredit Foto: Istimewa
Indonesia Muslim Travel Fair (IMTF) memulai rangkaian menuju penyelenggaraan 2027 melalui acara soft launching pada Jumat (23/10/2026). Mengangkat tema Beyond Journeys: Tapping into the Modern Muslim Lifestyle and Travel Ecosystem, acara ini membahas perkembangan perjalanan Muslim yang terhubung dengan industri halal, kebijakan, layanan, dan gaya hidup.
Pameran utama IMTF 2027 dijadwalkan berlangsung pada 23-24 Januari 2027 di Exhibition Hall 1 dan 2, Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan.
Direktur Utama PT Naganaya Indonesia International, Aditya Adiguna, mengatakan soft launching tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan pendekatan IMTF terhadap ekosistem perjalanan Muslim modern.
“Soft launching ini bukan sekadar pembuka, tetapi ajakan untuk melihat perjalanan Muslim lebih luas dari sekadar berpindah tempat. Ada gaya hidup, kebijakan, layanan, dan komunitas yang saling terhubung,” ujar Aditya.
Ia mengatakan, pemahaman tersebut menjadi dasar persiapan IMTF 2027 yang mengusung tema Spiritual Journeys for The Modern Moeslem.
Acara soft launching mempertemukan perwakilan pemerintah, lembaga keuangan syariah, pelaku usaha perjalanan, asosiasi, dan kreator konten melalui dua sesi diskusi.
Talkshow pertama bertajuk The Next Wave of Halal Tourism: From Policy to Lifestyle membahas arah pengembangan wisata halal dari sisi kebijakan hingga kebutuhan wisatawan.
Direktur Industri Produk Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Puturahwidhiyasa, menekankan pentingnya keselarasan antara kebijakan dan pelaku industri.
“Wisata halal akan tumbuh kuat ketika kebijakan, industri halal, dan pelaku perjalanan berjalan searah. Kebijakan perlu turun menjadi layanan nyata yang mudah dirasakan wisatawan Muslim, mulai dari produk halal hingga fasilitas ibadah,” katanya.
Ketua Bersathu, Wawan Suhada, menyoroti pentingnya ruang pertemuan bagi pelaku usaha untuk memperluas jejaring dan bertukar pengalaman.
Menurut dia, pameran seperti IMTF dapat membantu pelaku usaha menyiapkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan jamaah dan wisatawan Muslim modern.
Sesi kedua bertajuk Pack, Pray, Go! The New Muslim Travel Lifestyle membahas perubahan gaya perjalanan Muslim, terutama di kalangan generasi muda.
Kreator konten Benazio Rizki Putra atau Bena Kribo mengatakan, wisatawan Muslim kini mencari pengalaman perjalanan yang sesuai dengan nilai dan gaya hidup mereka.
“Traveler Muslim sekarang mencari perjalanan yang pas dengan nilai dan gaya hidupnya: gampang cari makanan halal, tempat sholat yang nyaman, dan tetap seru untuk dibagikan. Pack, Pray, Go itu cara jalan-jalan yang dekat dengan keseharian anak muda,” ujarnya.
Diskusi tersebut juga menghadirkan CEO Ghufran Travel Rafi Halim B, Founder & CEO Habits Media Network Faiz Sanad, serta Business Development PT Naganaya Indonesia Akbar Adam.
IMTF 2027 menargetkan 10.000 pengunjung, lebih dari 200 mitra exhibitor, dan lebih dari 60 pembicara. Pameran ini akan menempati area seluas 15.000 meter persegi di ICE BSD City.
Enam sektor yang akan dihadirkan meliputi perjalanan halal dan umrah, fesyen Muslim dan gaya hidup modest, perbankan dan keuangan syariah, kuliner dan produk pangan halal, kesehatan dan perawatan diri halal, serta kajian dan forum keislaman.
Selama dua hari, penyelenggara menyiapkan sejumlah program, antara lain pameran utama, business matching, Global Halal Tourism Forum, talkshow, sesi inspiratif, Halal Industry & Food Expo, peragaan busana Muslim, promosi wisata halal, serta tausiyah dan dakwah. Lomba dai cilik juga masuk dalam rangkaian kegiatan.
Untuk mendukung pertemuan antarpelaku usaha, IMTF 2027 akan menyediakan Business Lounge sebagai ruang business-to-business (B2B). Fasilitas ini ditujukan untuk mempertemukan exhibitor dengan pembeli terpilih, distributor, perwakilan kedutaan, dan mitra investasi.
Melalui rangkaian tersebut, IMTF 2027 diarahkan menjadi ruang pertemuan berbagai sektor yang terkait dengan perjalanan dan gaya hidup Muslim. Pameran ini menggabungkan kebutuhan wisata, ibadah, produk halal, layanan keuangan syariah, hingga peluang kerja sama bisnis.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: