Kredit Foto: Aryo Hadi Wibowo
Pemerintah membenahi pencatatan statistik industri untuk memetakan sumber pertumbuhan ekonomi secara lebih akurat. Langkah ini juga disiapkan sebagai dasar perumusan kebijakan, terutama menjelang pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 awal November mendatang.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, mengatakan pemerintah tengah menjajaki koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perindustrian untuk menyempurnakan pencatatan data industri.
Menurutnya, penyelarasan data diperlukan agar pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat untuk mengidentifikasi sektor potensial, membaca perkembangan ekonomi, dan menentukan intervensi yang tepat.
“Kami juga mengidentifikasi beberapa sumber-sumber pertumbuhan industri yang bisa kita galakkan ke depan, baik di sektor mamin (makanan dan minuman), kemudian agro, kemudian baik dia ada di kawasan industri, ada di kawasan bahkan di kawasan berikat,” ujar Dradjad dalam keterangan pers usai rapat di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Sektor makanan dan minuman serta agro menjadi sejumlah bidang yang dilihat memiliki peluang untuk dikembangkan. Pemerintah juga memetakan potensi kegiatan industri di kawasan industri maupun kawasan berikat.
Dradjad menilai, penguatan data perlu diikuti kebijakan yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Pemerintah perlu mengetahui persoalan yang dihadapi setiap sektor sekaligus mengidentifikasi potensi pertumbuhan di daerah, termasuk melalui investasi dan pengembangan kegiatan ekonomi sesuai karakteristik wilayah.
Data tersebut juga dinilai penting untuk membaca kondisi daya beli masyarakat dan mengidentifikasi peluang industrialisasi. Dengan pencatatan yang lebih akurat, pemerintah diharapkan dapat menyusun gambaran perekonomian yang lebih tepat sebagai dasar pengambilan keputusan.
Di sisi lain, pemerintah melihat peningkatan aktivitas industri dan sektor pendukungnya sebagai peluang untuk memperluas produksi. Momentum kenaikan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru juga dapat dimanfaatkan untuk mendorong kegiatan industri.
Baca Juga: Wamenko Drajad Minta Investor Serok Saham saat Harga Jeblok
Baca Juga: Wamenko Drajad: MSCI Tidak Selalu Benar
Salah satu langkah yang disiapkan ialah meningkatkan utilisasi industri, yakni mengoptimalkan penggunaan kapasitas produksi yang telah tersedia. Dengan begitu, pertumbuhan dapat didorong tanpa hanya bergantung pada penambahan kapasitas baru.
“Kalau di pertanian kita punya intensifikasi pertanian, perbaikan air, kemudian pupuk dan sebagainya itu ternyata meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian cukup signifikan. Nah di industri, ini juga intensifikasi industri melalui itu tadi, peningkatan utilisasi. Insyaallah ini akan bisa kita dorong,” kata Dradjad.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, bersama sejumlah pejabat dari Kementerian Perindustrian, BPS, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra