Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengamat Sebut MotoGP Menuju Kehancuran Kehancuran Gegara Hal Ini!

Pengamat Sebut MotoGP Menuju Kehancuran Kehancuran Gegara Hal Ini! Kredit Foto: Injourney
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat MotoGP Carlo Pernat melontarkan kritik keras terhadap padatnya kalender balapan dan penerapan sesi Sprint. Menurutnya, kombinasi jadwal yang rapat dan risiko kecelakaan membuat sejumlah pebalap top absen, sehingga mengurangi daya tarik Grand Prix bagi penonton.

Dalam podcast Fast by Prosecco, Pernat menyoroti cedera yang dialami Jorge Martin, termasuk patah pergelangan tangan setelah kecelakaan. Ia menilai jadwal yang mencakup Grand Prix dan Sprint telah membebani para pebalap, terlebih ketika beberapa seri digelar dalam akhir pekan beruntun.

"Dia mengalami patah pergelangan tangan. Itu bukan hal bagus. Jadwal balapan sangat berdekatan. Seperti yang kami katakan sebelumnya, 44 balapan antara Grand Prix, serta Sprint, dengan tiga akhir pekan beruntun, adalah kehancuran bagi kejuaraan dunia MotoGP," kata Pernat.

Pernat juga memperingatkan bahwa kecelakaan saat Sprint dapat membuat pebalap kehilangan kesempatan tampil dalam balapan utama pada Minggu. Ia menilai situasi tersebut sudah terlihat dari sejumlah pebalap yang mengalami cedera dan tidak bisa mengikuti jadwal balapan.

"Jika pebalap jatuh di Sprint, maka dia tidak akan balapan pada Minggu. Dan itu terjadi. Kita lihat ada lima rider ternama yang tidak akan balapan pada Minggu berikutnya. Tentu ini gila! Dan jelas ini juga disebabkan oleh Sprint," serunya.

Ia menyebut Toprak Razgatlioglu, Jorge Martin, Alex Rins, Joan Mir, dan Fermin Aldeguer sebagai pebalap yang mengalami masalah sehingga tidak dapat tampil sesuai jadwal. Bagi Pernat, absennya nama-nama tersebut merugikan penonton yang datang untuk menyaksikan persaingan para pebalap terbaik.

Baca Juga: Cuaca Buruk Paksa MotoGP Australia 2026 Batal Digelar di Phillip Island

"Siapa pun yang datang menonton Grand Prix pada Minggu kehilangan pebalap-pebalap bagus," ucapnya.

Pernat pun kembali menyampaikan kekhawatirannya terhadap arah perkembangan MotoGP. Ia menilai kejuaraan tersebut berisiko menghadapi masalah serius jika kepadatan jadwal dan dampak kecelakaan terus berlanjut.

"Saya selalu mengatakan bahwa MotoGP sedang melaju kencang menabrak tembok, dan saya mengatakannya lagi hari ini, setelah apa yang terjadi dan apa yang kami lihat," tukasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: