Kredit Foto: BPMI
Pegiat politik, sosial, dan ekonomi, Arif Wicaksono, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk tidak membebani masyarakat dalam rencana penghematan besar-besaran anggaran negara.
Menurut Arif, jika kebijakan penghematan diterapkan, langkah tersebut sebaiknya dimulai dari kalangan pejabat dan institusi pemerintah, termasuk dengan merampingkan Kabinet Merah Putih serta mengurangi berbagai anggaran yang dinilai tidak esensial.
"Penghematan besar harus dimulai dari atas, bukan membebani rakyat. Rampingkan kabinet, kurangi jabatan yang tak esensial, pangkas dana operasional menteri serta anggota DPR/DPRD, dan efisienkan anggaran perjalanan serta jamuan," tulis Arif di akun X pribadinya, dikutip Selasa (27/10).
"Negara berhemat, pejabat harus memberi teladan," imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran kabinet untuk bersiap melakukan penghematan anggaran yang lebih ketat.
"Saudara-saudara sekalian kalau perlu, kita adakan penghematan besar-besaran. Kita lebih hemat lagi nanti," tegas Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: Adi Prayitno Cium Gelagat Aneh, Partai di Dalam Koalisi Prabowo Ini Mulai Goyang Posisi Gibran!
Arahan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap berbagai dinamika ekonomi dan pasar keuangan global. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan gentar menghadapi tekanan maupun upaya intimidasi dari pihak luar, termasuk penyedia indeks pasar saham global seperti MSCI.
"Rakyat kita berharap lebih banyak, kesulitan kita masih banyak, gangguan masih banyak, ya kan. Kita terus dihadang. Ada apa itu, macam-macam lah, MSCI, macam-macam, ya kan. Dia mau, dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, Bangsa Indonesia tidak takut siapa pun dan tidak akan gentar!" tegas Prabowo.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya