Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sempat Menuai Penolakan, Konser Andrea Bocelli di Borobudur Dipastikan Berlanjut

Sempat Menuai Penolakan, Konser Andrea Bocelli di Borobudur Dipastikan Berlanjut Kredit Foto: PUPR
Warta Ekonomi, Jakarta -

Promotor konser Andrea Bocelli di Indonesia, Shoemaker Live, memastikan pertunjukan penyanyi tenor asal Italia tersebut tetap berlangsung sesuai jadwal. Kepastian ini disampaikan setelah polemik dan penolakan terhadap konser tersebut menjadi perhatian publik.

Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas dukungan dan arahan yang diberikan selama proses persiapan hingga konser dapat diselenggarakan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas dukungan dan arahan yang diberikan selama proses ini, sehingga konser Maestro Bocelli dapat diselenggarakan dengan aman,” kata Prajna dalam keterangannya pada Selasa (27/10/2026).

Konser bertajuk Andrea Bocelli: Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia dijadwalkan berlangsung di dua lokasi. Pertunjukan pertama akan digelar di kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026, sedangkan pertunjukan kedua berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.

Menurut pihak promotor, keputusan untuk tetap melanjutkan konser mempertimbangkan sejumlah aspek strategis nasional, terutama pengembangan pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif Indonesia.

Prajna mengatakan pihaknya memahami bahwa rencana pertunjukan tersebut tidak hanya berkaitan dengan hiburan, tetapi juga menyentuh persoalan kemanusiaan yang menjadi perhatian masyarakat.

“Kami memahami bahwa bagi banyak orang, konser ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan musik. Ada kepedulian mendalam terhadap mereka yang harus menghadapi konflik dan kehilangan. Kami mendengarkan setiap pandangan tersebut dengan hati terbuka,” ujarnya.

Sebelumnya, rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia menuai penolakan dari sejumlah pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI). Penolakan tersebut berkaitan dengan sorotan terhadap dugaan keterlibatan Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana untuk militer Israel serta penampilannya di Tel Aviv pada 2022.

MUI menilai persoalan tersebut perlu menjadi pertimbangan pemerintah, terutama dalam konteks sikap Indonesia terhadap konflik Palestina. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, sebelumnya mendesak agar rencana konser dibatalkan.

Di tengah polemik tersebut, pihak promotor menyatakan tetap membuka ruang dialog dan menghargai pandangan masyarakat. Shoemaker Live juga menegaskan bahwa konser ini ingin membawa pesan perdamaian, persatuan, dan solidaritas bagi masyarakat yang terdampak konflik.

Baca Juga: Wanti-wanti Menhan Inggris: Bersiap untuk Perang Eropa dalam 1.000 Hari Lagi!

Pihak promotor turut menyoroti kiprah Andrea Bocelli dalam kegiatan sosial melalui Andrea Bocelli Foundation (ABF), yayasan yang didirikan pada 2011. Yayasan tersebut mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk pendidikan musik, pertukaran budaya, serta dukungan psikososial bagi anak-anak dan generasi muda.

Melalui konser di Indonesia, Shoemaker Live berharap pesan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Promotor juga merencanakan penggalangan dana untuk mendukung program kemanusiaan, termasuk donasi 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan negara lain yang terdampak perang.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.