Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Airlangga Sebut Pelemahan Rupiah Bisa Tambah Daya Saing Ekspor Indonesia

Airlangga Sebut Pelemahan Rupiah Bisa Tambah Daya Saing Ekspor Indonesia Kredit Foto: Dok. BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di level psikologis pada kisaran Rp18.000. Pelemahan mata uang Garuda ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya tekanan pasar valuta asing.

Menggapi kondisi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai pelemahan rupiah dapat menambah daya saing produk Indonesia di pasar ekspor. 

“Kalau buat ekspor kan menambah daya saing,” kata Airlangga saat ditemui di Jakarta, Selasa (27/10/2026)

Airlangga mengatakan pemerintah masih memantau perkembangan pergerakan rupiah di tengah tekanan terhadap nilai tukar. “Kita monitor aja dulu, ya,” ujar Airlangga.

Kendati demikian, dampak pelemahan rupiah terhadap ekspor tidak serta-merta dirasakan seluruh pelaku usaha. Keuntungan dari nilai tukar yang lebih lemah bergantung pada struktur biaya produksi, terutama bagi industri yang masih mengandalkan bahan baku maupun barang modal impor.

Baca Juga: Makin Tertekan, Rupiah Dibuka Melemah di Level Rp18.171 per USD

Baca Juga: IHSG Ambruk Hampir 2%, Rupiah Ikut Loyo ke Rp18.135 per Dolar AS

Di sisi lain, pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya impor dan menambah beban perusahaan yang memiliki kewajiban dalam valuta asing. Karena itu, dampak perubahan nilai tukar terhadap perekonomian juga bergantung pada keseimbangan antara penerimaan ekspor dan kebutuhan impor.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra