Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir Lewat Energi Bersih, Global Energy Alliance for People and Planet Galang Inisiatif 'Sun to Sea'

Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir Lewat Energi Bersih, Global Energy Alliance for People and Planet Galang Inisiatif 'Sun to Sea' Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Asian Development Bank (ADB) menyetujui bantuan teknis senilai US$1,5 juta untuk mendukung inisiatif Sun to Sea di 20 lokasi percontohan di Indonesia bagian timur. Program ini bertujuan menguji pemanfaatan energi bersih untuk mendukung kegiatan ekonomi dan memperkuat ketahanan masyarakat pesisir.

Perkembangan terbaru inisiatif tersebut diumumkan Global Energy Alliance for People and Planet di tengah penyelenggaraan AsiaXchange 2026. Program Sun to Sea juga memperoleh dukungan dari pemerintah, lembaga filantropi, mitra pembangunan, dan sektor swasta.

Bantuan ADB disalurkan melalui Energy Access and Transition Trust Fund. Dana tersebut akan mendukung pengujian sistem energi bersih, pemanfaatan energi untuk kegiatan produktif, restorasi ekosistem, serta pengembangan model operasional dan pembiayaan.

Direktur Jenderal Departemen Asia Tenggara ADB Nianshan Zhang mengatakan, penyediaan energi bagi masyarakat pesisir perlu disertai dukungan terhadap penghidupan dan skema pembiayaan yang berkelanjutan.

Menurut dia, proyek percontohan Sun to Sea akan menguji penerapan energi terbarukan, sistem rantai dingin, dan model operasional yang sesuai dengan karakteristik setiap desa. Hasilnya diharapkan menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan program dalam skala lebih luas.

Selain ADB, Sun to Sea memperoleh dukungan dari Tsao Family Foundation yang merupakan anggota Just Energy Transition Community (JETC), koalisi filantropi yang diinisiasi Philanthropy Asia Alliance.

Tsao Family Foundation bersama anggota JETC lainnya telah berkomitmen memberikan dukungan gabungan sebesar US$1,1 juta untuk tahun pertama pelaksanaan Sun to Sea di Indonesia. Dukungan tersebut ditujukan untuk memperkuat pendanaan program pada tahap pengembangan.

Di tingkat pemerintah, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, bersama Global Energy Alliance menyatakan niat untuk menjajaki peluang kolaborasi dalam kerangka Sun to Sea.

CEO Global Energy Alliance for People and Planet Woochong Um mengatakan, transisi energi dapat mendukung pembangunan ekonomi, sistem pangan, dan ketahanan masyarakat yang rentan terhadap tekanan iklim maupun ekonomi.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, lembaga filantropi, mitra pembangunan, dunia usaha, dan masyarakat setempat diperlukan untuk mengembangkan solusi energi bersih yang dapat diterapkan lebih luas.

Sun to Sea dirancang untuk memanfaatkan sistem energi bersih terdesentralisasi bagi kebutuhan masyarakat pesisir. Sistem tenaga surya dan baterai dapat digunakan untuk mendukung kegiatan produktif dan layanan esensial, termasuk perikanan, budi daya laut, dan pertanian.

Program ini juga mengembangkan pemanfaatan sistem rantai dingin dan pengeringan berbasis tenaga surya. Teknologi tersebut diharapkan membantu mengurangi kehilangan hasil pascapanen, memperkuat rantai nilai, dan meningkatkan nilai tambah produk di tingkat lokal.

Selain kegiatan ekonomi, inisiatif ini menjajaki peluang pengembangan ekowisata dan restorasi ekosistem untuk memperkuat ketahanan masyarakat pesisir.

Global Energy Alliance menyebut keterlibatan pelaku usaha lokal dan calon investor menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan program. Mereka diharapkan dapat membantu mengidentifikasi peluang usaha yang layak secara komersial dengan mempertimbangkan kondisi pasar, rantai nilai perikanan, dan kebutuhan masyarakat.

Melalui 20 lokasi percontohan di Indonesia timur, Sun to Sea akan menguji solusi yang layak secara teknis, berkelanjutan secara komersial, dan sesuai dengan kebutuhan setempat. Pembelajaran dari proyek tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi penerapan model serupa di wilayah lain.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat