Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BEI Bidik 25 Perusahaan IPO pada 2027

BEI Bidik 25 Perusahaan IPO pada 2027 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 25 perusahaan melantai di pasar modal melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2027. Target ini lebih tinggi dibandingkan sasaran IPO 2026 yang telah direvisi menjadi 15 perusahaan, tetapi masih di bawah target awal 2026 sebanyak 50 perusahaan.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, target tersebut merupakan bagian dari Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2027. Secara keseluruhan, BEI menargetkan pencatatan 905 efek baru pada tahun depan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 efek ditargetkan berasal dari IPO saham, 175 efek dari penerbitan obligasi dan sukuk, serta 705 efek lainnya dari kategori instrumen di luar ketiga kelompok tersebut.

“Secara keseluruhan, BEI membidik pencatatan sebanyak 905 efek baru pada 2027. Jumlah tersebut terdiri atas 25 efek dari IPO saham, 175 efek berupa obligasi dan sukuk, serta 705 efek lainnya dari kategori instrumen selain IPO saham, obligasi, dan sukuk,” kata Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Selain menambah jumlah pencatatan efek baru, BEI juga menargetkan peningkatan aktivitas perdagangan saham. Dalam RKAT 2027, bursa mematok rata-rata nilai transaksi harian atau average daily trading value (ADTV) sebesar Rp21 triliun.

Target tersebut meningkat 16,67% dibandingkan sasaran 2026 sebesar Rp18 triliun per hari. Artinya, BEI mengincar kenaikan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp3 triliun pada tahun depan.

Peningkatan target tersebut mencerminkan optimisme BEI terhadap pertumbuhan aktivitas perdagangan dan likuiditas pasar modal Indonesia pada 2027. Meski demikian, realisasinya akan bergantung pada kondisi pasar, minat investor, serta kesiapan perusahaan untuk menghimpun dana melalui bursa.

Target Pendapatan dan Laba BEI pada 2027

Selain menargetkan pertumbuhan aktivitas pasar modal, BEI juga memproyeksikan peningkatan kinerja keuangan pada 2027. Bursa membidik pendapatan sebesar Rp2,59 triliun dan laba bersih Rp563,9 miliar.

Jeffrey mengatakan, target pendapatan dan laba tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi dalam RKAT 2026.

“Kami targetkan pendapatan Rp2,59 triliun dan laba Rp563,9 miliar pada 2027, atau tumbuh dari RKAT 2026,” ungkapnya.

Baca Juga: BEI Pangkas Target IPO 2026 Jadi 15 Emiten, dari Semula 50 Perusahaan

Baca Juga: Investasi BEI Melonjak 161,82% pada 2027, Tembus Rp670 Miliar

Baca Juga: Danantara Siap Masuk BEI? Bos Bursa Ungkap Perkembangan Terbaru

Dari sisi neraca, BEI menargetkan total aset mencapai Rp9,12 triliun pada 2027. Sementara itu, total ekuitas diproyeksikan sebesar Rp7,66 triliun dan kas serta aset keuangan lainnya mencapai Rp4,33 triliun.

Untuk mendukung operasional dan pengembangan bisnis, BEI menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp670,62 miliar pada 2027. Anggaran tersebut meningkat 161,82% dibandingkan periode sebelumnya.

Peningkatan belanja modal ini ditujukan untuk memperkuat infrastruktur bursa sekaligus mendukung pengembangan bisnis dan kesiapan BEI dalam menghadapi pertumbuhan pasar modal ke depan.

“Peningkatan investasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan infrastruktur bursa sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis,” tutup Jeffrey.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan