Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengabarkan bahwa produksi gas dari Blok Natuna kini resmi dialihkan 100% untuk memenuhi kebutuhan domestik. Sebelumnya, sebagian pasokan gas dari wilayah tersebut disalurkan ke Singapura.

"Alhamdulilah, untuk pertama kalinya sejak Indonesia Merdeka gas alam dari Laut Natuna yg selama ini 100% mengalir ke Singapura, tadi pagi dini hari akhirnya mengalir kepangkuan ibu pertiwi," ungkap Djoko dalam keterangannya Selasa (27/10/2026). 

Menurutnya, upaya mengalirkan gas Natuna untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri bukan perkara mudah. Proses tersebut membutuhkan waktu lebih dari satu dekade dan menghadapi berbagai hambatan sebelum akhirnya terealisasi.

"10 tahun lebih, banyak pihak yang terus menghambat dengan segala upaya untuk mengalirkan gas milik negara RI, namum dengan Kepemimpinan Pak Mentri Bahlil hambatan-hambatan tersebut dapat di tumpas dan diberantas habis," jabarnya.

Pengaliran gas tersebut kini mulai terealisasi melalui infrastruktur pipa West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping. Pada Selasa (27/10/2026), PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mulai menyalurkan gas bumi dari Natuna ke Batam untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik PLN Batam.

Pasokan gas tersebut mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Pengaliran dimulai pada pukul 00.25 WIB dan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 15 MMSCFD menuju Tanjung Uncang pada pukul 01.01 WIB.

Penyaluran ini juga menjadi penopang kebutuhan gas pembangkit PLN Batam selama pemeliharaan terencana (turnaround) fasilitas Jambi Merang yang berlangsung pada 24 Oktober hingga 3 November 2026.

Pelaksana Harian Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan, pengoperasian jalur WNTS–Pemping merupakan tindak lanjut penugasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur tersebut. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat akses gas bumi bagi kebutuhan domestik.

"Capaian ini menjadi kado bagi kelistrikan nasional sekaligus wujud komitmen PLN EPI dalam menjalankan penugasan pemerintah. Konektivitas WNTS–Pemping membuka akses pemanfaatan gas bumi dalam negeri untuk memperkuat keandalan pembangkit serta mendukung kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha," ujar Rakhmad dalam keterangan resmi, Selasa (27/10/2026).

Secara infrastruktur, pipa WNTS–Pemping memiliki panjang sekitar 4,5 kilometer dengan diameter 16 inci dan kapasitas desain hingga 300 MMSCFD. Jalur ini menghubungkan jaringan pipa WNTS dengan fasilitas penerima gas atau Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping, Kepulauan Riau.

Untuk mendukung operasionalnya, PLN EPI telah memperoleh Hak Khusus Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berdasarkan Keputusan Nomor 088/KT.KOM/BPH.DGB/2026 yang berlaku hingga 17 Oktober 2046. Perusahaan juga memperoleh Izin Usaha Sementara Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dari Kementerian ESDM pada 26 Oktober 2026.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati mengatakan, keberhasilan pengaliran gas tersebut tidak terlepas dari koordinasi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, PLN Group, hingga mitra usaha yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur.

"Kami mengapresiasi dukungan pemerintah, PLN Group, seluruh mitra, serta dedikasi tim yang mengawal setiap tahapan pekerjaan. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan pengaliran gas Natuna untuk mendukung keandalan kelistrikan Batam," ujar Erma.

Baca Juga: PLN EPI Alirkan Gas Natuna ke Batam, Pasokan Capai 15 MMSCFD

Baca Juga: Bahlil Berani Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Ekonom Sambut Positif demi Industri Domestik

Ke depan, jalur WNTS–Pemping juga disiapkan untuk menyalurkan gas dari Lapangan Mako di Wilayah Kerja Duyung. Pasokan tersebut mengacu pada Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL) yang ditandatangani pada 11 Juli 2025.

Berdasarkan perjanjian tersebut, pasokan gas dari Lapangan Mako direncanakan mulai mengalir pada 2027 sebesar 111 MMSCFD selama delapan tahun. Konektivitas WNTS–Pemping diharapkan membuka akses bagi pengembangan lapangan gas baru di wilayah Natuna sekaligus memperkuat pemenuhan kebutuhan energi domestik.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra