Kredit Foto: MMProperty
Emiten pergudangan dan logistik Grup Astra, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), berbalik mencatatkan kerugian pada sembilan bulan pertama 2026. Kondisi ini terjadi meskipun pendapatan usaha meningkat dan beban operasional berhasil ditekan.
MMLP merupakan emiten properti pergudangan dan fasilitas logistik yang dikendalikan Astra melalui anak usahanya, PT Saka Industrial Arjaya (SIA). Per 30 September 2026, SIA menguasai 91,43% saham MMLP.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026, MMLP membukukan rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp103,41 miliar. Capaian tersebut berbalik dari laba sebesar Rp50,39 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kerugian ini terutama dipicu oleh penjualan penyertaan saham yang menimbulkan kerugian sebesar Rp211,52 miliar hingga akhir September 2026. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, perseroan masih mencatatkan keuntungan dari transaksi serupa sebesar Rp346,92 juta.
Tekanan terhadap kinerja keuangan MMLP juga berasal dari tidak adanya keuntungan atas kenaikan nilai wajar properti investasi. Pada Januari–September 2025, perseroan masih membukukan keuntungan dari pos tersebut sebesar Rp23,66 miliar.
Di tengah tekanan tersebut, pendapatan usaha MMLP justru tumbuh 8,51% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp288,04 miliar per September 2026, dari Rp265,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga berhasil memangkas beban operasional sebesar 24,49% YoY menjadi Rp89,80 miliar. Penurunan ini didukung oleh efisiensi biaya gaji dan tunjangan yang tercatat sebesar Rp36,87 miliar. Selain itu, MMLP tidak lagi membukukan provisi atas penurunan nilai piutang lain-lain, yang pada periode yang sama tahun lalu mencapai Rp22,54 miliar.
Pertumbuhan pendapatan dan penurunan beban operasional tersebut mendorong laba usaha sebelum biaya keuangan dan pos lainnya naik 35,28% YoY menjadi Rp198,23 miliar.
Baca Juga: Emiten Tahir (MPRO) Rugi Rp33,06 Miliar per September 2026
Baca Juga: Bukalapak Balik Rugi Rp881 Miliar, Investasi Jadi Biang Kerok!
Dari sisi pembiayaan, MMLP juga berhasil menekan beban keuangan menjadi Rp99,31 miliar, turun dari Rp116,66 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, perbaikan kinerja operasional dan efisiensi biaya tersebut belum mampu mengimbangi besarnya kerugian dari penjualan penyertaan saham. Alhasil, MMLP mencatatkan rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp94,86 miliar, berbalik dari laba sebelum pajak Rp54,38 miliar pada Januari–September 2025.
Setelah memperhitungkan pajak penghasilan final sebesar Rp27,67 miliar dan manfaat pajak penghasilan, MMLP membukukan total rugi periode berjalan sebesar Rp94,03 miliar. Angka ini berbalik dari laba sebesar Rp55,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: